1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Badai Datang Berkunjung Juga

Ah gilak! Kenapa jadi hujan badai tiba-tiba begini? Bukankah lima menit yang lalu masih baik-baik saja?

Lihat itu! Ya ampuunnn… kita bahkan bisa melihat hujan yang beriringan ditiup angin kencang! Dan petir yang barusan itu! Duh… petir semacam itu selalu membuat saya takut… sekalipun saya luar biasa mengagumi keindahannya juga.

Hey, jangan ikut-ikutan gilak! Petir-petir itu bisa membuatmu menjadi rintik hujan juga seketika! Mengapa kamu tidak menunggu sampai hujannya reda? Sedikit lah paling tidak.

Tenang… I’ll save those stories for the next time you visiting me in this office. Kamu tidak akan kehabisan cerita dari saya kok…

Tapi bukan berarti saya membatalkan niat untuk menawarimu makanan kecil lho… Kalau makanan kecil itu tidak akan menemanimu mendengarkan kisah saya, paling tidak kan bisa menemanimu untuk menceritakan kisahmu… sampai hujan mereda.

Avocado mousse?

2 Responses

on April 26th, 2006 at 4:24 am Anonymous Says:

Nduk ojo dulinan ‘petir’ engko kobongan lho…

Ojo dulinan bardai, engko kesarmian :-)

on April 26th, 2006 at 8:22 am Shrivastava Says:

anonymous:
kalo mainan petir mah gak sempet kobongan, langsung mati mungkin iya.

nah, kalo mainan bardai ya lain lagi ceritanya ;-)

Leave a Reply