Mari Bercinta
Lantaran membaca postingan mahaguru percintaan yang satu ini, tiba-tiba saja saya teringat pada Tessa.
Perempuan manis nan cantik ini adalah teman seperjuangan saat sama-sama menjalani perkuliahan di Fakultas Psikologi dulu. Sekalipun bukan berstatus sebagai sahabatnya, atau bahkan bukanlah seseorang yang cukup sering kongkow-kongkow bersama dengannya, ada satu waktu yang sempat membuat kami akhirnya seringkali berbincang satu dengan lainnya.
Di saat kami tengah sama-sama merutuki nasib harus menyelesaikan skripsi di bawah bimbingan dosen yang sama. Selama satu tahun.
Selama tahun itu pula, dia berhasil meracuni saya untuk membaca buku kitab suci skripsinya, yang berjudul Please Understand Me II: Temperament, Character, Intelligence. Dan ya, apa yang dibahas Tessa dalam penelitiannya, tak lain tak bukan adalah seperti yang disampaikan oleh mahaguru saya itu.
Bagaimana karakter, atau yang disebut oleh si penulis buku tersebut sebagai temperamen, bisa memberikan pengaruh terhadap keseluruhan hidup seseorang. Termasuk bagaimana cara mengatasi stress, seperti yang dijadikan bahan penelitian oleh si Tessa ini. Dia ingin mencari tahu bagaimana tiap temperamen yang dimiliki para karateka, iya atlet karate itu, mempengaruhi cara mereka dalam mengatasi stress menjelang pertandingan.
Jadi, sebelum mulai melakukan penelitian yang sebenarnya, tentang bagaimana mereka mengatasi stress, tentunya Tessa terlebih dulu mencari tahu temperamen dari masing-masing karateka yang menjadi subjek penelitiannya. Ada yang termasuk tipe NF atau the Idealist seperti Ndoro dan anak didiknya itu, ada yang NT atau termasuk golongan the Rationals seperti si pakdhe, ada tipe SJ atau the Guardian seperti salah seorang sahabat saya, dan juga SP atau golongan the Artisan seperti Tessa.
Buku kitab suci skripsi milik Tessa itu pun saya gandakan. Saya sungguh tidak sanggup menahan godaan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai temperamen itu. Terlebih lagi, mengingat bahwa saya memiliki beberapa orang sahabat, yang kalau dilihat sepintas saja, mereka luar biasa berbeda. Dan dengan memahami ciri dari masing-masing teman ini, saya pun tahu kepada siapa saya harus meminta bantuan jika mengalami kesulitan pada hal tertentu.
Buat sahabat-sahabat yang tergolong the Guardian, karena kemampuan mereka yang luar biasa dalam merencanakan berbagai hal, sampai yang paling detil sekalipun, saya bisa sangat mempercayakan rencana kepergian kepada mereka. Mereka akan dengan senang hati membantu dalam merinci setiap hal yang dibutuhkan, mulai dari waktu keberangkatan, transportasi yang digunakan, sampai jumlah uang yang mungkin akan dikeluarkan.
Sementara itu, the Idealist macam Ndoro dan neng Tika, seringkali bisa menjadi tempat saya mencurahkan isi hati. Merekalah yang biasanya sangat memahami apa yang saya rasakan, membantu memahami makna di balik setiap kejadian yang menyedihkan sekalipun, dan pada akhirnya, membuat saya tidak lagi tenggelam dalam suasana sendu yang menyayat hati. Maka saya pun kemudian tidak heran ketika mereka berdua itu menjadi orang yang digandrungi.
Tipe the Rationals seperti Pak Ndobos, sangat menyenangkan untuk dijadikan teman diskusi. Kemampuan yang luar biasa dalam menggunakan kapasitas otak yang dimiliki, dan juga rasa ingin tahu yang besar, membuat mereka seringkali menjadi tempat saya menanyakan berbagai informasi. Mencomot istilah si empunya tipe ini, mereka bisa disebut resourceful.
Teman yang tergolong the Artisan seperti Tessa, memiliki spontanitas yang tiada duanya. Alhasil, mereka ini merupakan teman yang paling tepat untuk diajak bersenang-senang. Penolakan pun jarang didapat ketika saya mengajak mereka mencoba hal-hal baru, seperti tempat makan baru, mal baru, atau bungee-jumping yang belum pernah dilakukan.
Tapi buat saya, bukan hanya itu saja menariknya mempelajari temperamen tiap orang. Bukan sekedar untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing, maupun cara menghadapi tiap jenis sahabat saya itu.
Hal paling menarik, yang membuat saya semakin sulit melepaskan diri dari buku milik Tessa, adalah pembahasan mengenai mating.
Menurut buku tersebut, orang-orang macam Ndoro akan cenderung mencari tipe Pak Ndobos untuk dijadikan pasangan hidup. Mereka berdua sama-sama bisa melihat suatu kejadian dan mencoba mencari tahu makna di balik kejadian tersebut.
Kalau melihat seorang wanita berambut panjang, maka bukan hanya rambut panjangnya saja yang menarik perhatian mereka. Buat Ndoro, mungkin rambut panjang pada seorang wanita membuatnya dapat merasakan suatu kesan yang mengakibatkan jantungnya berdebar kencang. Sementara buat Pak Ndobos, mungkin rambut panjang pada wanita dianggapnya mencerminkan kemampuan wanita tersebut dalam merawat diri.
Kesamaan mereka dalam hal mencari makna di balik setiap kejadian tersebut, pada akhirnya membuat mereka saling melengkapi satu dengan lainnya. Kalau Ndoro mencoba mencari makna dari sisi perasaan, Pak Ndobos lebih pada sisi pikiran atau logika. Oleh karena itulah, kedua tipe ini pun saling mencari satu sama lain.
Sementara itu, tipe the Artisan akan cenderung mencari pasangan dari tipe the Guardian. Mereka berdua senang membicarakan suatu hal secara apa adanya, sesuai apa yang mereka lihat. Jika melihat wanita berambut panjang, maka panjangnya rambut, atau kilaunya, itulah yang akan dibahas. Sehingga, obrolan mereka pun nyambung.
Selain itu, kegemaran orang-orang Artisan untuk mencoba hal-hal baru, seringkali menempatkan diri mereka sendiri on the edge. Kalau sudah seperti ini, orang dari tipe Guardian-lah yang bisa menjadi pagar bagi mereka, sehingga tidak melewati batas dan mencelakai diri sendiri.
Beruntungnya, orang-orang dari tipe the Guardian yang terbiasa hidup dalam dunia serba teratur, seringkali merasakan kebosanan dengan dunia tersebut. Sehingga, mereka juga ingin keluar dari keteraturan dan mencoba bersenang-senang untuk sekedar menikmati kehidupan mereka tanpa terlalu memikirkan berbagai hal seputar ‘harusnya’ atau ‘mestinya’. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mereka mencari pasangan dari tipe Artisan. Orang-orang Artisan ini pula yang kemudian dapat diandalkan oleh kaum Guardian untuk mencoba cara baru dalam berkasih-kasihan
Yaahh… itu sih menurut buku yang saya baca.
Kalau saya sendiri, rasanya belum ingin lagi memiliki partner dari kalangan the Guardian. Karena saya masih sangat menikmati kehidupan yang seringkali menyerempet bahaya. Mungkin termasuk juga dalam hal percintaan ![]()


28 Responses
kalo kata temen saya, resourceful itu berarti 108, penuh informasi…maka ada orang di kumpulan saya yg dipanggil kapten 108
yang satu ini mungkin jenderal-nya 108
saya juga suka wanita berambut panjang..membuat jantung berdegup kencang karena mencerminkan dia mampu merawat diri dan wow kilaunya..saya kok merasa semuanya ya..hehe..
woohhh mau semua wanita berambut panjang?! ckckck…
ndoro dan ndobos, jangan2 mereka soulmates?
layak dicurigai memang mereka itu, mbok
ah, pantas, setiap kali ketemu ndoro dia selalu memanggil saya “cinta” …
ah ya ya… paham saya…
jadi ndoro dan pakde ndobos berjodoh?
ah patah hatinya sayah ini??? owwwww tidaaaakkkk
lho lho jangan pataahh… sini tak jahitin…
saya memang sudah curiga sejak dulu hubungan ‘ dibalik kelambu ‘ mereka berdua…
vivere periscolo - hidup nyerempet bahaya, konon Bung Karno pernah pidato.
ah, di balik kelambu? waahh saya malah belum pernah tau yang beginian! baiklah, saya tanyakan pada jenderal 108 itu…
untung saya udah pake sarung pengaman ..
yah, baiknya memang disiapkan, ndoro…
semoga ndoro dan ndobos mendapatkan jalan yang benar
*menghela napas*
Woo, mosok meester ndoro ambek meester ndobos melakukan …. waduh gak kebayang, naudubillah.
Iku jenenge ndolim, doolim tenan…
[umak-umik moco dungo]
haduuhh ndak usah dibayangin dong ah…
orang-orang macam Ndoro akan cenderung mencari tipe Pak Ndobos untuk dijadikan pasangan hidup.
ih.. amit..amit..
woooo jeleesss
halah, sudah kebablasan ini… bisa-bisa ada ide mbikin homoblog.com
*lirik kanan-kiri*
buku keramat ya taaa…terima kasih telah meminjamkan untukku dan juga sudah aku gandakan….
terima kasih kembali
Membahas kemesraan dan kecocokan ndoro bedhes + sir ndobos itu ndak perlu sampe agak ilmiah. Bahasa tubuh mereka sudah menyatakan.
yah, setidaknya bisa memberikan gambaran bagi yang belum pernah melihat bahasa tubuh itu
I like the stroy mbakyu novi…
walaupun bingung .. koq ga nyambung antara judul ma isinya …atau gwnya yang telmi yah hahahahaha:))
i smoke.. not addicted … just need it…
nah loh, gw masuk golongan mana tuh…
btw, good luck for your blog….
for PAMANTYO… cieehhhh yang dah merid :))
gw ketinggalan pesta bujangnya yah :))
@ henry: hahahaha heeennn… ini Paman Tyo yang lain, bukan Tyo temen lo alias kakanda gue ituuuhhh…
@ paman: haduuhh maapkeun ya paman
hahahaha… saya geli baca comment2nya, terutama yang terakhir, buat paman tyo, pesta bujang???????? wakakakakakakakak….
Maaf… gak tahan ngetawain paman.
Eh, mbak dos, salam kenal yach, saya silly… sometimes silly and little bit “stupid”, tapi masih normal kok. Saya nemu blog ini dari blog ndoro, saya link boleh yach… tulisannya bagus2!!!! (psssttt, ada bahasan ttg kamasutra gak.. upsss)
haduuhh itu akibat si teman yang salah menduga bahwa paman itu adalah Tyo yang lain
waah, makasih lho kalok mau nge-link… jadi maluw! *halah!*
walah.. jadi malu .. padahal baru ngasih comment pertama …
Maap ya pamantyo… bole ga gw panggil uncle-T ? … hehehehe.
oiya nov.. dapet salam dari Reymond, Rahmat, Gatot, Anton, Christian(bokep)… katanya goodluck dan moga awet cantiknya (tebak aja salam dari sapa hehehehe)
coba coba… gue tebak! pasti elo kan yang nitip salam model begituan?!
btw, lo kemaren ke mana, hen?! kok gue gak liat yah? cuma liat rahmat, , raymond, bokep, dan reymond, sempet ketemu gatot juga. lha elonya…?!
wah seru banget ceritanya….., berarti mbak termasuk tipe Artisan donk yach
Senengnya bisa punya temen dari berbagai tipe yang unik dan saling melengkapi.
Lam kenal yah buat semua….
oiya aku boleh pasang linknya yach abis blognya seru sie… thx berat…
waaahh boleh boleh… dengan senang hati lho!
HAH… jadi lu ga sadar ?!??!????
Gw selalu ada dibelakangmu jeng… dengan taring siap gigit.. guuk..guk…
Ga.. gw gi gawe.. baru bisa balik jam 8 malem. Gw baru tau dari reymond semalam sebelum hari “H” itu pun jam 2 malam… :((
btw.. lu tipe artisan apa arisan ???? yang bener mana ? trus bedanya apa ?? mnurut lu gw tipe yang mana ??
soalnya gw kan pendiem, malu-malu.. yahh.. tipe kebapakan gitu deh … ( nyambung ga yah ??? )
oiya mang ada reymond ama raymond ???
lhaa hen, kalo mau kirim2an message mah di YM aja gimana?!
Agatha!!! HUUUUUUUUUUUUGS.
Nice to see you again, ..and again, and again.
Gi ngajar dimana bu? Atma?
Nice blog you have here. I’ll stop by regularly ya! Keep in touch..
it’s been a long time, ya?!
Tipe guardian tereliminasi dibabak pertama..
yg tersisa adalah tipe: idealist, artisan dan rational. hehe.
coba ikut tesnya dong kalo gitu…
hari ini Kartinian ya . . . .
lagi mencoba memahami bahasa tubuh foto gravatar ituh . . . . bukan dewi persik sih . . . .
sayangnya foto gravatar itu bukan untuk dipahami, tapi untuk dinikmati
ehemmmhmhmh . . . ini . . . bumbunya nendang banget . . . dan kekenyalannya . . . ehhhhhhm . . . . bener2 mak nyus!
nikmat sekali lho, sapa yang pinter masak begini ya . . .
biasanya ibu saya yang suka masak. coba nanti saya tanyakan pada beliau ya
untung saya waspada kalau deket pak ndoro dan pak ndobos. Saya baru sekarang mampir ke dot com nya, mbakDos
ah kau, pakDok… karena terlalu waspada pada mereka berdua, lalu saya dilupakan gitu?!
NAH, ini lah yang ada di bayangan saya tentang 2 orang TUA itu..
ternyata seorang psikolog lebih bisa membahasakannya secara verbal…
*ya iyalah..
jadi, setelah membacanya, gak perlu membayangkan lagi kan?!
pertanyaannya.
siapa guardian sayah?
oh, butuh tho?!
ck..ck..ck
yang kaya gitu bisa didetect dr blognya nggak ya?
(mampir, kok terus kerasan di sini ya)
permisiiiii, ntar mau balik lagi ….kalo boleh
waaahh boleh banget lho kalo mau mampir lagi… silakeun…
eerr… testnya ada yang dalam bahasa indonesia biar g salah arti :p hehehehehe
sering ngerasa g adil segitu banyak individu di kotak2in dalam beberapa jenis kotak…. bukankah setiap individu itu unik? ^_^
setiap individu unik, stuju!
Mbak… mungkin gak sich kepribadian itu berubah, saya coba mengikuti testnya ketika saya sedang serius banget, baru habis ngelayanin teman yg sedang susah… dan hasil test saya ENFP… tapi ketika saya bener2 sedang happy banget… kok saya test lagi hasilnya ESFP
Emang bisa gitu yach… ?
Btw, saya abru inget pernah mo ngelink tapi tahu2 ribet, banyak urusan… sekarang udah tak link… bakalan sering2 main kesini mbak…
We work in the same field anyway, hehehe (tapi saya bukan dosen…
)
ENFP dengan ESFP… mari kita berdiskusi