1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Uji (ke-)Malu(-an)

Perbincangan tengah malam yang tengah saya lakukan melalui online messenger tiba-tiba saja terhenti, lantaran mendengar suara yang cukup familiar di telinga saya. Pandangan dari monitor si Fuji pun dialihkan ke layar televisi di depan sana.

Ternyata benar.

Siaran televisi yang sedari tadi tidak saya perhatikan, ternyata tengah menayangkan acara di mana pria ini menyanyikan beberapa buah lagu. Yang semuanya saya kenal dengan baik. Lalu saat melihat judul acara tersebut ditampilkan sebelum waktu rehat komersial, tahulah saya. Dalam waktu sampai setengah jam berikutnya, stasiun televisi yang tengah saya tonton ini akan menyiarkan acara di mana ia dan teman-temannya akan membawakan lagu-lagu mereka secara akustik.

Benar-benar sudah lama sekali saya tidak berjumpa dengan mereka. Dengannya, terutama.

Mungkin sudah lebih dari satu tahun sejak perjumpaan yang terakhir kali. Dan entah sudah berapa lama sejak pertemuan terjadi pertama kalinya, saat saling memperkenalkan diri.

Sebenarnya saat itu saya bermaksud menjumpai sang keyboardist. Sebuah kegiatan yang membuat kami secara tidak sengaja harus saling melibatkan diri, membuat saya harus menemuinya beberapa kali. Dan mengingat padatnya jadual yang harus ia ikuti, maka jika saya berniat menjumpainya, ya harus mencegat-nya di tempat di mana ia tengah manggung bersama teman-teman band-nya itu.

Hadirlah saya di tempat yang telah disebutkan olehnya. Menantinya di samping panggung hingga mereka selesai membawakan lagu terakhir. Barulah kemudian perbincangan dengan si keyboardist ini pun dilangsungkan. Singkat saja, karena beberapa menit berikutnya ia harus kembali menempuh perjalanan ke tempat lain untuk melakukan wawancara dan pemotretan untuk artikel sebuah majalah.

Pertemuan berikutnya, kembali dilakukan usai acara manggung-nya yang lain lagi. Perbincangan sedikit lebih lama, memang. Tapi itu pun tetap harus dilakukan sesingkat mungkin, karena ia dan teman-temannya harus melakukan konferensi pers dengan para wartawan dari sejumlah media.

Sebelum percakapan diakhiri, ia menarik lengan seseorang yang berdiri di dekatnya.

Ternyata sang vokalis.

Teman saya itu memperkenalkan saya dengan si vokalis. Ia menyebutkan nama saya, dan saya segera mengulurkan tangan kepada pria di hadapan saya itu.

Ia menjabat tangan saya sambil tersenyum.

Dan dalam sekejap, dada saya berdebar luar biasa.

Menyadari hal itu, saya berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja. Mencoba tetap cool dan memunculkan reaksi seadanya. Karena pasti akan memalukan kalau saya terlihat salting.

Tapi nyatanya, saya sama sekali tidak bisa menghilangkan bayang-bayang pria itu dari kepala saya. Perkenalan dan jabatan tangan tadi terus saja terngiang-ngiang. Terlebih dengan lagi senyuman dan tatapan matanya.

It’s just unexplainable.

Berakhirnya kegiatan yang tengah saya lakukan dengan sang keyboardist, membuat saya tidak lagi berkomunikasi dengannya. Tapi tidak dengan si vokalis.

Kami justru mulai saling mengirimkan online message, yang kemudian berlanjut dengan SMS, lalu telepon. Yang semua dilakukan pada tengah malam, setelah ia menyelesaikan setiap kegiatannya.

Pada akhirnya, tengah malam seperti itu menjadi waktu yang paling saya nantikan dalam satu hari. Rasanya tidak sabar menantikan namanya muncul di layar handphone untuk sekedar mengirimkan pesan singkat, yang benar-benar singkat, atau bahkan menelpon dan mendengarkan kisahnya setelah manggung di berbagai kota. Jogja, Surabaya, Makassar, just name it!

Keberadaannya kembali di Jakarta, tentu saja tidak saya sia-siakan.

Dan setiap perjumpaan dengannya, membuat saya semakin terpesona padanya.

Dari caranya berbicara, mengungkapkan ceritanya, spontanitasnya, senyumannya, dan ya, tatapan matanya, tentu saja.

Jatuh hati?!

Mungkin…

Tapi saya memang tidak punya penjelasan lain selain yang satu itu.

Sekian lama berlalu, dan kisah saya dengan si pria ini pun ikut berlalu.

Belakangan, saya cukup sering mendengar berita yang terkesan miring mengenai dirinya. Dan semua tak lain tak bukan, berkaitan dengan hubungan cintanya dengan (beberapa) wanita. Sekaligus, mungkin.

Saya tersenyum saja.

Gonta-ganti pacar memang bukan baru dilakukannya setelah kedekatannya dengan saya terhentikan. Sehingga, jelas saya tidak pada tempatnya bagi saya untuk merasa bangga. Berita yang mampir di telinga saya itu bukan baru pertama saya dengar. Tepatnya, saya pernah mengalaminya.

Ya, ketika kami masih menjalin hubungan dekat, ia juga tengah menjalin hubungan cinta dengan wanita lain. Yang saya yakin, bukan hanya satu orang.

Pathetic, isn’t it?!

Yeah, I know that I was that stupid.

Tapi itu juga baru sekarang saya bisa bilang begitu.

Kalau dulu…?!

Waahh… sahabat-sahabat saya sampai geleng-geleng kepala melihat betapa temannya yang satu ini bisa demikian tergila-gila pada seorang pria. Bisa menjadi sangat bodoh, bahkan sampai menganggap bahwa fakta yang ada di hadapannya justru merupakan sesuatu yang tidak nyata. Dan bukan satu-dua kali saja mereka memperingati saya mengenai hal itu.

Bahwa pada akhirnya saya hanya akan menambah panjang daftar wanita yang sempat mampir dalam kehidupannya.

Tapi yaaa… namanya juga sedang kepincut.

Apa saja yang ada dalam dirinya, buat saya sih semua pasti bagus. Apa yang terjadi pada kami berdua, ya indah saja ceritanya. Kalau toh saya kemudian mengetahui bahwa ia juga menjalin cinta dengan beberapa orang wanita sekaligus, mungkin itu bukan kemauannya. Mungkin terjadi tanpa disengaja, karena kebetulan saat itu ia sedang kesepian. Atau apalah.

Kalau sudah begitu, apa gunanya saya menempuh pendidikan sampai setua ini?! Toh saya masih saja tidak bisa menggunakan isi kepala dengan semestinya?!

Yah, sekarang sih saya bisa bilang begitu.

Bisa ikut geleng-geleng kepala seperti sahabat-sahabat saya dulu itu, sambil menertawakan ketololan yang luar biasa. Bisa mengakui bahwa saya memang sudah dibutakan karena jatuh hati (*tsaahh bahasanya!), sampai-sampai tidak peduli mengenai ke-playboy-an si pria itu. Saya juga akhirnya bisa tersenyum dan mengatakan bahwa… ya, saya memang telah menjadi salah satu korban tebar pesonanya.

Dan saya pun kemudian bisa memahami mengapa para wanita itu, saya salah satunya, bisa langsung kepincut padanya.

He really knows how to treat a woman.

Jadi ya memang bukan salahnya jika kemudian begitu banyak wanita demikian terpesona, merasa diperlakukan sebagai seseorang yang istimewa, karena memang begitulah adanya dia. Dan bukan salah para wanita juga karena merasa mendapatkan seseorang yang sangat bisa memahami diri mereka (*membela diri dong, ah!).

Sulit memang, bisa mengakui kelebihan yang dimilikinya itu, ketika saya baru saja memutuskan untuk mengakhiri kedekatan kami. Sangat sulit mengakui bahwa dia memang mempesona. Sama sulitnya dengan mengakui bahwa saya menjadi bodoh karena tidak sanggup menahan pesonanya itu, di saat saya masih setengah mati jatuh hati padanya.

Nyaris tidak mungkin rasanya melakukan semua itu ketika saya masih terlibat di dalam segala kerumitan dengan perasaan saya. Jatuh hati, gembira, ge-er, bahkan hingga sedih dan sakit hati. Alhasil, saya tidak bisa melihat apa yang saya alami itu sebagaimana faktanya. Saya terlalu sibuk dengan semua perasaan yang menyertainya.

Kalau sekarang saya lebih bisa melihat semuanya seperti apa adanya, yaa mungkin karena sejenis perasaan itu juga sudah tidak terlalu dilibatkan di sana.

Dan mudah-mudahan, ketika saya kemudian mengakui bahwa si Goda sebenarnya tidak se-cemen yang dikatakan oleh teman-temannya, itu juga karena ia memang demikian adanya.

Yah, setidaknya… ke-cemen-annya itu mungkin sudah sedikit berkurang kadarnya. Terbukti dengan berhasilnya ia melewati uji nyali yang menegangkan :D

32 Responses

on May 5th, 2008 at 4:01 pm iway Says:

ada juga ya ternyata diluar sana, pria bodoh yang mengabaikan kesempatan berdekat-dekat dengan mbak ini :)

oh ya?! sapa? *tolah-toleh kiri-kanan*

on May 5th, 2008 at 4:58 pm Hedi Says:

kalo jadian, udah siap masuk gosip infotainment? :D

lha wong saya ini ndak usah jadian sama sapa2, juga udah masuk inpotainmen kok *hihiihihi* :D

on May 5th, 2008 at 5:33 pm aprikot Says:

jd akhirnya kepincut si goda yah mbak dos? hehehh3

waahh jangan memutar balikkan fakta gitu dong, mbit :D *ditimpuk si goda*

on May 5th, 2008 at 6:57 pm -tikabanget- Says:

lha..
kok mirip..
sayah juga pernah berbodoh ria lama dengan vokalis.
bukan salah kita kepincut pada orang yang menggetarkan hati kan..??!!

hhh..

stuju! tapi saya curiga, jangan2 ini kita membicarakan pria yang sama?! *bukan si goda, pastinya* :D

on May 5th, 2008 at 9:03 pm venus Says:

psssttttt….jadi ironman kemaren gimana? bagus? uhuk uhuk….:D

lho mbok, batuk?! nonton ironman aja biar sembuh! :D

on May 5th, 2008 at 9:40 pm IMAN Says:

end up kencanya kok nggak diceritain..bukankah akhir kencan selalu menunggu end up nya?…he he…

ah si mas ini… lha wong aku ndak cerita kencan, malah ditanyai kencan :D

on May 6th, 2008 at 8:43 am ebeSS Says:

huuuuuuuu . . gadis grupies kok cuman begitu . . . .
. . . . (ke-)Malu(-an) . . . ah! . . . . . :P

sapa grupis? *tengak-tengok kanan kiri lagi* :D

on May 6th, 2008 at 9:40 am anima Says:

eh? eh? am I missing out? :D

masa? kayanya enggak deh :D

on May 6th, 2008 at 2:17 pm ndoro kakung Says:

bentar, bentar… ini sudah boleh masuk ke halaman ndorotainment lom? .. *buru-buru siapin posting*

lho, kirain udah :D

on May 6th, 2008 at 2:46 pm ebeSS Says:

hlah . . . kasep! . . . dah tadi2 masuk ebesstainmen . . . :P

hahaha mbok ya ndak usah rebutan gitu tho :D

on May 6th, 2008 at 11:09 pm Adhini Amaliafitri Says:

pesona memang terkadang membutakan logika, yg ada hati malah makin mencari2 rasa… :)

wahh..mbak dosen cantik euy!
salam kenal …

saya pecinta pesona! *halah… kok bangga?!* :P salam enal juga…

on May 7th, 2008 at 12:26 am gakpede Says:

nikmatilah selagi bisa, tapi jaga jangan sampai terluka …

( mo kasi koment kaya nyang laen, tapi ga bisa….)

stuju! mari dinikmati :D

on May 7th, 2008 at 12:23 pm wku Says:

kalo boleh nebak si vokalis adalah Bang Haji Oma bukan? Kalo keybordist Soneta terus terang aku gak apal je…

hush! jangan dibongkar dong ah… nanti blog saya ini dicekal piye ki?!

on May 11th, 2008 at 6:06 am didut Says:

wah hrs ngecek inpotainment nih
*yg gak pernah nonton tipi*

hahaha sama dong, saya juga gak pernah nonton tipi :D

on May 11th, 2008 at 12:41 pm restlessangel Says:

[.........He really knows how to treat a woman....]

yeah, yg begini ini yg bikin cewek klepek2.

jd sebenarnya, rahasia jd cassanova itu gampang kok ya ??
*bocoran dr perempuan nih*

rahasianya… mmm coba saya tanyakan pada yang bersangkutan dulu ya?! ;-)

on May 11th, 2008 at 5:10 pm Gage Batubara Says:

baru sadar, kalo ternyata pria berinisial K itu punya senyum manis. pantaslah kau tergila-gila olehnya.

Kak Bing Slamet kan?
*100 buat goda!*

aahh, akyu maluuu… senyumku memang manis…

on May 11th, 2008 at 5:48 pm rama Says:

ati2 mbak.. ntar disangka cari popularitas.. hehe.

iya ya… padahal harusnya kan dia yang cari popularitas karena deket2 saya… heran.

on May 11th, 2008 at 9:30 pm Fachia Says:

ya syukur kalo emang dia udah gak cemen lagi lah mbak..

jiyeee godaaa… dibilang udah gak cemen tuuhhh :D

on May 12th, 2008 at 7:46 pm theloebizz Says:

wanitaaah wanitaaah…
klo sdh dikasih panah asmara susah mengelak..
dan trus dipendam dan direkam dlm otak…
tersimpan di memory dgn apik.. ;)

naaahhh… bukan dalam memory… tapi dalam hati! *jiyeeee piwith!*

on May 12th, 2008 at 7:47 pm Marisa Says:

Doh cinta. Cinta itu memang sepet sepet enak.

(apa sih gue ngga jelas.)

jelas kok, cha… sudah sangat menggambarkan :D

on May 12th, 2008 at 8:02 pm Marisa Says:

Wawawa, gue udah tau orangnya siapa!
Tau gitu gue ngasih komen lebih meriah hahaha.. Nah trus udah resmi pa belon?

Ditunggu traktirannya ya bu. ;)

sssssttttt jangan bilang2!!

on May 13th, 2008 at 6:17 pm ebeSS Says:

uji kemaluan lama? salah regresi berganda! kemaluan ganda dee :P

hlaahh kemaluannya ganda?! :-|

on May 15th, 2008 at 7:23 am geTarcinTa Says:

wealah .. blog inpotainment ya mbak :) )

ehm… sembari nih *tersiup-siup* :D

on May 15th, 2008 at 7:04 pm wawan Says:

mas mbak iklan bentar ya, he ..ada paket wisata yang gak gratis..he, coba di http://www.kibchome.multiply.com wisata melihat BURUNG GARUDA DI ALAM..

iya, gpp kok… btw, invoicenya udah diterima kan?! :D *eh bercanda lhooo* makasih udah mampir, anyway…

on May 16th, 2008 at 5:49 am domba garut! Says:

Hm.. I remmember that kind of feeling… :-)
Indeed, unexplainable !

tosz!!! *wink*

on May 16th, 2008 at 9:27 am deenda Says:

mampirr salam kenall

salam kenal jugaa… ditunggu mampir2nya lagi ;-)

on May 18th, 2008 at 11:47 am Nada taufik Says:

Hi salam kenal ya, baru pertama kali singgah kesini..
Main-main ketempat saya ya..

salam kenal juga :-)

on May 30th, 2008 at 12:26 pm daniel Says:

wah siapa laki-laki beruntung itu mba? mba ini bener-bener dosen?

salam kenal mba…

iya, saya dosen sungguhan kok :D btw, coba coba… yang merasa jadi pria beruntung silakeun tunjuk tangan :D

on June 20th, 2008 at 12:16 pm navi Says:

“Kalau cinta sudah berbicara, logika tidak lagi bisa dipercaya…..”

salam kenal mbak, saya sudah sering mampir sini, cman baru kali ini ikut nimbrung…..

jadi siapa yang bisa dipercaya? ;-) anyway, makasih ya akhirnya sudah menimbrung…

on August 7th, 2008 at 12:48 am novi Says:

mbak…mbak…ini ngomongin sapa tohhh?…ahahahahaha
Salam kenal mbak…:-)

hihihi yaaa si itu deh tuh :mrgreen: salam kenal jugaaa

on September 5th, 2009 at 2:28 pm Uangel Says:

Siapakah gerangan vokalis itu…Jd pnasaran neah mbak
Numpang lewat

hahahaha nggak sebut merk ah! :D makasih lho udah mampir ;-)

on October 22nd, 2009 at 5:32 pm dudukBERSILA » Blog Archive » Terbunuh Penasaran Says:

[...] ini selalu terdengar saat saya menyambungkan earphone dari iPod ke telinga saya adalah lagu dari band yang ini. Padahal, sekali lagi, sudah dalam shuffle mode! Lagu-lagu band itu selalu saja muncul, dan tidak [...]

Leave a Reply