1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Gage Batubara

“Kau kpn balik ke jogja?”

Agak lama pesan yang saya kirimkan itu dibalas. Setelah sebelumnya saya justru menolak ajakannya untuk mengunjungi kantor-bersama paman budayawan dan ndorocergas, lantaran masih harus menunggu antrian masuk untuk bertemu dengan dosen di kampus.

Mungkin dia sebal. Karena dia tahu bahwa pertanyaan yang saya ajukan akan diikuti dengan ajakan untuk bertemu sebelum ia memulai kuliah perdananya di Jogja. Tetapi saat dia yang mengajukan tawaran untuk bertemu, justru saya yang (nyaris selalu) tidak bisa.

“Minggu dpn udah mulai kuliah. Knp?”

Thanks, God!

“Tmnin gw ke bandung yuk sabtu bsk…”

Dan selanjutnya, saya sungguh harus menunggu cukup lama sampai balasan pesan saya itu muncul di layar handphone. Saya sudah berhasil mencapai antrian terdepan untuk menemui ibu dosen, melakukan diskusi atas laporan saya, dan kembali ke kantin bersama dengan teman-teman. Belum muncul juga balasan yang saya tunggu.

Yah, sudahlah… Kalau memang dia tidak bisa menemani, sepertinya saya memang harus membatalkan saja rencana untuk bepergian ke sana.

Saya pun berpamitan dengan semua teman yang masih membincangkan entah apa itu dengan serunya. Saya ingin segera tiba di rumah agar bisa tidur dan mengistirahatkan kaki.

“Boleh. Jam brp? Ke sana mau naik apa?”

Thanks, again, God!

Hhh… entahlah… Saya sendiri tidak habis pikir kenapa dialah yang saya minta untuk menemani. Sejak awal saya berencana pergi ke Bandung hari itu, yang muncul pertama kali di kepala saya sebagai orang yang bisa menemani saya adalah dia.

Padahal saya ini benar-benar baru mengenalnya. Satu tahun pun belum ada.

Melalui media sosialisasi yang dimiliki oleh semua orang (aka. Friendster), saya menemukan namanya sebagai seseorang yang ingin menjadi teman saya di media itu. Saya sama sekali tidak pernah mengenalnya. Saya hanya ingat pernah melihat namanya terpampang di antara deretan komentar pada salah satu tulisan milik Mbilung. Karena pria ini tidak mencantumkan alamat blog yang bisa dikunjungi, saya pun lantas membuka-buka kembali arsip lama tulisan Mbilung untuk melihat apakah nama yang sama juga tertera di bagian komentarnya. Ternyata dia meninggalkan cukup banyak komentar di sana-sini.

Langsung saja saya tanyakan kepada si pemilik blog, apakah beliau mengenal seseorang bernama Gage Batubara.

Bukan jawaban yang saya dapatkan, beliau malahan bertanya balik pada saya. Dari mana saya bisa mengenalnya. Percakapan dengan beliau terus berlangsung. Sampai tiba pada kesimpulan bahwa beliau memang mengenalnya cukup baik, sehingga saya tidak perlu khawatir untuk menambahkan dirinya ke dalam daftar teman-teman di media itu.

Saya lupa bagaimana kelanjutannya, hingga kami mulai berbincang-bincang di Yahoo!Messenger. Lebih tepatnya, saya yang lebih banyak bercerita, sementara reaksi yang dimunculkannya sangat minimal. Bahkan di kala saya melontarkan lelucon, responnya masih saja nyaris datar. Keterlibatan kami bersama untuk membenahi rumah baru saya kemudian membuat perbincangan semakin sering terjadi. Hingga akhirnya kami memiliki kesempatan untuk benar-benar bertatap muka.

Beberapa bulan berlalu.

Di tengah pertemuan-pertemuan berikutnya, tibalah kami pada suatu percakapan tengah malam lainnya. Entah bagaimana mulanya, hingga akhirnya kami terlibat dalam sebuah tebak-tebakan. Entah apa yang terjadi pula, tiba-tiba saja saya dengan sok tahunya mengungkapkan sejumlah cerita kepadanya, yang kemudian disebutnya sebagai sebuah ramalan. Ia tidak mempercayai apa yang saya katakan. Saya maklum saja. Toh apa yang saya ungkapkan juga belum ada faktanya. Saya ini juga bukan peramal, punya indra keenam saja tidak.

Lantas keesokan harinya, ia muncul kembali di Yahoo!Messenger dan mengumpat saya habis-habisan. Ternyata apa yang saya katakan malam sebelumnya, betul-betul terbukti.

Saat itulah kami mulai terlibat percakapan sungguhan.

Semakin banyak hal yang diungkapkannya kepada saya. Perihal pekerjaannya, teman-temannya, keluarganya, apapun. Membuat saya kemudian bertanya-tanya, bagaimana mungkin dia bisa dengan sesegera itu mempercayakan bermacam-macam kisah hidupnya kepada saya. Saya dan dia bermula dari sepasang orang asing yang sama sekali tidak saling mengenal. Lalu hanya dalam waktu beberapa bulan, dia sudah menceritakan ini-itu kepada saya.

Saya pun mulai berhenti untuk mencari jawaban atas semua pertanyaan itu, ketika akhirnya sayalah yang justru mulai mengungkapkan kisah hidup kepadanya. Menceritakan sesuatu yang… hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Dan kemudian saya memasukkan namanya sebagai salah satu dari gelintiran itu.

Saya tidak tahu bagaimana bisa begitu.

Bagaimana dia bisa dengan mudahnya menceritakan banyak sisi dari hidupnya kepada saya. Dan bagaimana pula saya malahan mulai melakukan hal yang sama kepadanya.

Yang saya tahu, saya merasa telah menemukan sesuatu yang demikian lama saya cari. Sesuatu yang sempat hilang dari hidup saya, yang sempat saya pikir bahwa sesuatu itu sebenarnya tidak pernah ada.

Seorang sahabat. Yang bisa berada di samping saya, untuk sekedar menemani atau mendengarkan setiap cerita yang terlontar dari mulut saya. Yang bisa membuat saya tidak perlu resah memendam perasaan saya sendiri. Yang membuat saya merasa nyaman, hanya dengan menjadi diri sendiri.

Tanpa kemudian harus merasa khawatir bahwa persahabatan itu akan pudar, bersamaan dengan rasa cinta yang tiba-tiba saja diungkapkannya kepada saya. Seperti yang selama ini nyaris selalu terjadi pada persahabatan-persahabatan yang pernah ada sebelumnya.

Thank you for being a very-dear-bestfriend of mine, Goda

45 Responses

on September 5th, 2008 at 2:27 am paman tyo Says:

gage baik kok. rajin. helpful. kadang lucu. aman kok mbak :)

on September 5th, 2008 at 2:28 am cK Says:

wah…nunggu yang bersangkutan komen deh… :mrgreen:

on September 5th, 2008 at 2:30 am Gage Batubara Says:

errr… yg pertama kali nanya nomer telepon siapa yah? *siyul-siyul*

on September 5th, 2008 at 2:42 am venus Says:

he’s sweet as hell, isnt he? cuma belagunya itu yg ngeselin. narsis dan terlalu memuja diri sendiri. cih…

oh well, everybody loves him, I guess. You, me, and everyone else.

buat kamu, goda, aku juga mau bilang tenkyu for being a very sweet person, for being a dear friend.

liat bulan lagi kita? uhuk uhuk….

on September 5th, 2008 at 2:50 am -=«GoenRock®»=- Says:

Sejarahnya kok namanya bisa jadi Goda itu piye? halah kok sejarah (g_doh)

on September 5th, 2008 at 3:01 am ndoro kakung Says:

layak masuk ndorotainment nih :D

on September 5th, 2008 at 3:04 am japro Says:

selamat nduk…..

at last you found what you’ve been looking for >:D<

(percaya ndak akhirnya, semua ketakutan itu tidak beralasan bukan… ;)

on September 5th, 2008 at 3:13 am aGoonG Says:

ikut seneng dengernya

on September 5th, 2008 at 3:30 am Hedi Says:

akhirnya…pasti lancar deh :D

on September 5th, 2008 at 4:21 am Razaq Says:

Om gage pasti terharu niy…
Hehehehe

on September 5th, 2008 at 5:08 am Epat Says:

weih…. ndorotainment bakal seru kie kekeke

on September 5th, 2008 at 6:51 am didut Says:

wew … saatnya gage masuk ndorotainment :D

on September 5th, 2008 at 7:48 am iway Says:

again? net lover? **halah**

on September 5th, 2008 at 9:16 am Mbilung Says:

*mantan obat nyamuk*

on September 5th, 2008 at 10:31 am anima Says:

hmm hmmm hmmm :D

on September 5th, 2008 at 6:24 pm iman brotoseno Says:

witing tresno jalarane seko kulino

on September 5th, 2008 at 8:00 pm Indah Sitepu Says:

turut bersukacita…

salam kenal mbak….:)

on September 6th, 2008 at 11:18 am -tikabanget- Says:

*bingung..*

nganu.. kirain postingannya lebih heboh dari ini…
*kecewa*

on September 6th, 2008 at 11:59 am PakDok Says:

lhaa…lama kutinggal, sudah ada pria baru :D.

[…] tentang kawan, saya tersentuh membaca tulisan mbakdos tentang Gage. Saya, bisa dibilang cukup dekat dengan dia (dengan Gage, bukan dengan mbakdos). […]

on September 7th, 2008 at 8:37 am Silly Says:

Ohh, akhirnya jadian yahhh… :p

selamat.. selamat… , terharu deh baca tulisan ini. Tapi hari ini saya udah baca tulisan ttg GAGE ini DUA KALI, semoga gak ada yang ketiga, keempat… kalo sekali dua kali masih enak banget, kalo berlebihan malah jadi ilang esensinya…

Anyway, Gage emang baik yahhh.. :)

on September 7th, 2008 at 10:55 am alle Says:

prikitiww..gageee.. :lol:

on September 7th, 2008 at 12:14 pm yati Says:

selamaaattt!

*nyengir baca comment tito*

on September 7th, 2008 at 10:16 pm martin Says:

and the world full of love…..
*so sweet*

on September 7th, 2008 at 10:42 pm galank Says:

cerita yang aneeeeehhhhh……..
opooooooooooooo iki mas20x
maju terus pantang kendur……………

on September 8th, 2008 at 2:45 am chrisibiastika Says:

You know it’s you, GAGE…

sekarang tiap nyanyi lagunya STYX yang keluar jadi GAGE dan bukannya BABE.

d’oh!

on September 8th, 2008 at 2:52 am Gage Batubara Says:

You’ve got a friend in me…

You’ve got a friend in me
You’ve got a friend in me
When the road looks rough ahead
And you’re miles and miles
From your nice warm bed
You just remember what your old pal said
Boy, you’ve got a friend in me
Yeah, you’ve g…

on September 8th, 2008 at 9:25 am aprikot Says:

gage itu baik….

on September 8th, 2008 at 10:43 am mantan kyai Says:

udah pernah nggigit blom :-”

on September 8th, 2008 at 3:26 pm hanny Says:

tumben jawaban gage bukan AING TEAAAA !!! :D

on September 8th, 2008 at 3:37 pm hanny Says:

gage teaaa :D

on September 8th, 2008 at 4:04 pm zam Says:

nunggu ndorotainment, ah.. :D

on September 8th, 2008 at 6:29 pm vivi Says:

hmm,aku disuruh baca blog ini oleh mas japs,katanya bisa menghilangkan kebingunganku.. tapi kok makin bingung ya.. hahaha.tapi apapun itu, i’m happy for you Mbakdos n MR.Gage Batubara, for ur frienship, or more than that^^..

on September 8th, 2008 at 8:15 pm fiandigital Says:

kok cuman seginih tho budhe…..?
lanjutane manahhhhhhhhhh

on September 8th, 2008 at 8:22 pm Raffaell Says:

Hmmm, salah satu bentuk apresiasi kita terhadap seseorang, jaman smp dulu ada, smu mulai ngga, kuliah ga ada…. semakin lama aku lihat diriku semakin anti sosial, hehehe

on September 9th, 2008 at 12:46 pm warmorning Says:

salut buat kalian, sungguh sebuah kisah klasik .. :)

on September 10th, 2008 at 2:55 pm Jauhari Says:

Kisah Klasik/Kasih* untuk masa depan

*tergantung mana yang cocok

on September 11th, 2008 at 4:55 pm rayya Says:

aih aih,ujung-ujungnya cinta…..

on September 12th, 2008 at 11:47 pm iiN Says:

hummm..
sirik abis bacanya! seandainya.. (jadi wondering gt…)

on September 14th, 2008 at 11:51 am omith Says:

aku kira gage ultah.. wuPS..

- postingan nya mbak doS so sweet…-

on September 18th, 2008 at 10:49 pm domba garut!~ Says:

friendship is sweet, isn’t it? :)

on September 22nd, 2008 at 12:30 pm ebeSS Says:

lha itulah cinta . . .
cukup berat nutup ini dengan postingan baru . . .
jodoh ato seleranya ke-luarjawa2-an ya . . .
memang dah jaminan . . . romantis! flamboyan ;)
*eh dah punya penglaman kok ya . . *

on September 23rd, 2008 at 1:34 pm puspa Says:

wah udah banyak komennya…aku gak tau harus berkata apa..mungkin hanya bisa berkata apapun yang terjadi dalan kehidupan kita bukan kebetulan tapi kebenaran dan apa yang orang rencanakan untk kita merupakan jalan yang jelas tertulis untuk kita.. you go forward mbak..!! kunjungi aku ya mbak http://puspa.dagdigdug.com/2008/09/23/tagscontinued/

on September 24th, 2008 at 4:11 am aLe Says:

ehm, nunggu undangannya ^^

on November 7th, 2008 at 12:02 am nonadita nonadita » Batubara yang Meletup-Letup Says:

[…] yang pernah dekat dengannya tidak akan bisa menyangkal hal ini. Tanyakanlah kepada Simbok Venus dan MbakDos, mereka yang mengenalnya lebih dekat ketimbang saya. Bila sebagai teman saja, dia bisa sedemikian […]

Leave a Reply