Turned Off – updated!
Layar notebook saya buka setelah menyambungkannya pada listrik. Ipod sudah disiapkan dan earphone pun sudah direkatkan pada kedua telinga. Secangkir besar teh hangat beserta chicken pie yang baru saja diantarkan juga semakin memenuhi meja saya.
Lalu, saya justru termenung. Menopangkan dagu pada kedua tangan yang terkatup rapat, tersangga di atas kedua lutut.
Saya tahu betul bahwa saat ini ada sesuatu yang harus dikerjakan.
Tapi saya tidak bisa melakukannya.
Isi kepala saya seolah menguap entah ke mana. Saya tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan hal terkecil sekalipun, tentang apa yang baru saja dilalui sepanjang siang tadi. Saya sudah tidak ingat.
Menuangkan gula ke dalam minuman, lalu memotong chicken pie menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.
Sempat terpikir pula untuk membuka sebuah program permainan di dalam notebook, mungkin bisa menghalau sejenak perasaan yang tidak menyenangkan ini. Tapi, niat untuk melakukan hal yang biasanya menyenangkan itu juga sama sekali hilang.
Tanpa sadar, tiba-tiba saja saya merasakan tangan saya basah. Sebuah tetesan mengalir dari pergelangan tangan hingga menyentuh lutut tempat di mana siku saya letakkan. Dan tetesan kedua pun menyusul.
Dan seketika itu saya menyadari bahwa saya sedang tidak baik-baik saja. Sama sekali.
Bahwa apa yang saya pikir sudah terselesaikan malam tadi, ternyata hanyalah sebuah ungkapan untuk menenangkan diri saya sendiri. Yang saya pikir sudah terlupakan bersamaan dengan bergantinya malam, ternyata hanyalah omong kosong belaka.
Hhh.. I’m still not that good at lying, especially to myself.
Perasaan yang selama beberapa hari ini menghantui saya luar biasa. Perasaan yang selalu muncul tiba-tiba dan menghancurkan apa yang sedang saya kerjakan saat itu juga. Membuat saya enggan melakukan apapun, termasuk berusaha untuk mengatasi perasaan itu sendiri. Segala hal tiba-tiba saja hilang kemenarikannya buat saya.
Tersambung ke internet, membuka semua account yang saya miliki, hanya sebagai suatu hal yang dirasakan harus dilakukan setiap hari. Berbincang-bincang dengan orang-orang yang ditemui, juga sekedar sebagai sesuatu yang harus dilakukan. Bahkan hanya sekedar menonton film seri atau menyantap makanan yang biasanya menjadi kegemaran saya pun rasanya enggan. Perjalanan dengan si hitam juga selalu dilalui dengan kebisuan.
Saya tekan sebuah tombol pada handphone yang tergeletak di atas meja. Entah sudah berapa kali saya melakukannya sejak tiba di tempat ini.
Dan layarnya belum juga menunjukkan hal yang berbeda.
Detik berikutnya, saya memutuskan untuk menutup saja notebook itu. Membereskan kembali seluruh perlengkapan yang saya bawa. Meninggalkan chicken pie yang masih tersisa tiga-perempat bagian. Juga minuman yang bahkan baru beberapa teguk sempat saya cicipi.
Meninggalkan sebuah tempat yang biasanya menjadi tempat yang menyenangkan buat saya. Setelah sebelumnya memastikan bahwa tetesan tadi itu tidak melunturkan maskara saya.
Walaupun saya sendiri tidak tahu ke mana lagi si hitam akan saya bawa sehabis ini.
_________
updated – November 23, 2008
I’ve been talking to my dad.. and Kakang, off course. And it made me much more better.
You both are the best ever! *BIG HUGS*

20 Responses
[...] » baca versi lengkapnya! [...]
Saya tunggu happy end nay yahh
SEMANGATTT
mbakDos: makasiiihhhh
waduh.. nggak ngerti dah sayah..
get well soon ya mbak
mbakDos: mungkin kau memang harus mengirimkan raja burger padakuh
anyway, makasih pok!
turning on your notebook but listening to your ipod? O_o
mbak, I hope everything gets better in your part of the world ya!
*hugs*
mbakDos: *hugs* makasih, nima.. *I guess I’ve been saying this all over everywhere.. twitter, plurk, yeah.. everywhere!*
dunia jadi sunyi bila kepala ramai ya.
mbakDos: you knew it very well, I pressumed
hmmm….*hugs*
mbakDos: *hugs juga*
cherr up .. ayo smangat !!!
mbakDos: makasiiihhhh
Salam kenal, mbakDos…
Wah, saya cuma sanggup ngerti kejadian malam itu saja eh…
Bagian tentang “hari2 sebelumnya” itu asli blank
Padahal sepertinya password-nya disitu.
mbakDos: *salaman sama jensen*
mau passwordnya?
kayaknya maskaranya gak luntur kok mbak…
kalaupun luntur tetep kelihatan cantik…
mbakDos: ah kalok cantik sih, semua orang juga tau kok
*dikepruk pake gayung*
Lha? passwordnya boleh saya akses??
Tapi kalopun tau saya gak yakin bisa banyak mbantu, kcuali ngabisin chicken pie.
*masih mempelajari (tulisan2) mbakDos*
mbakDos: password buat masa lalu di cerita ini maksudnya
silakan dibaca lhoooo…
WAH MAKIN SEXY AJ NIH TADI KM DATANG K PESTA BLOGGER G C?
KOK G KELIATAN KECANTIKAN KM Y
mbakDos: yaahh.. kadang2 gak perlu memperlihatkan diri untuk sekedar menunjukkan kecantikan (dan keseksian, just as you say) saya, bukankah?!
walah di KalSel baru nyolok Notebook bentar langsung padam lagi listriknya
mbakDos: waduh.. sayah pasti bisa tewas tuh kalok begitu.. seperti si fuji sayah yang baterenya udah gak bisa diandalkan *sigh*
sekarang udah baikan, mbak? I know you can get through it, whatever it is. *hugs*
mbakDos: sayah gak lagi marahan kok, mbok.. *halah*
but anyway, thank you! *hugs*
yaay! good to know mbak
mbakDos: makasih (lagi), nimaaaa
Baguslah, saia dateng waktu udah beres…
salam kenal mbak… ^^
mbakDos: salam kenal juga
Di lem aja tuh notebooknya. lempar ganti yg baru
mbakDos: notebook diganti pake lem UHU?
mbak dos kdg yg tidak baik-baik itu pun akan tetap membuatmu baik baik saja.
*peluk mbak dos*
mbakDos: makasih, prikot!
*peluk prikot juga*
sebelumnya mampir kesini di saat tulisan ini belmu terupdate, sepertinya bukan waktu yang tepat untuk berkunjung
dan hari ini mampir lagi kesini, alhamdulillah sudah better, salam kenal ya mbakDos
mbakDos: salam kenal juga.. makasih lho udah mampir
Ayo Mbakdos semangat lagiii!! kalau perlu kita nonton Extreme bareng tanggal 15 desember!! (rock)
mbakDos: semangat, gooeeennn!!! *tunggu.. kok ‘kalo perlu’? lha kan saya yang ada di atas panggung nanti sama mas nuno (BUKAN yovie and the nuno! CATAT ITU!)*
mbakdos… (cozy)
jangan nangis, jangan sedih lagi…
mbakDos: *peluk-peluk Utet*