Randomly 26 – updated!
Sebenarnya, ini sudah semestinya saya lakukan beberapa bulan silam. Ketika Puspa membubuhkan nama saya pada postingan yang dituliskannya waktu itu. Saya sungguh nyaris lupa, kalau saja saya tidak mengunjungi blognya beberapa hari terakhir. Lalu saat menemukan postingan itu, saya menyadari bahwa saya masih punya hutang.
Jadilah sekarang ini saya selesaikan saja PR darinya itu.
Yang katanya berjudul ‘10 Things About Me‘.
Definitely Javanese.
Banyak orang yang sulit sekali menerima kenyataan bahwa saya ini sungguh berdarah Jawa. Tulen. Ayah saya berasal dari Solo, ibu dari Semarang. Dan tidak ada satu pun di antara keduanya yang punya darah India, Pakistan, Arab, yah.. sebutlah semua nama negara Timur Tengah itu. Seperti yang selama ini selalu ‘dituduhkan’ kepada saya.
‘Shrivastava’ is NOT my real name.
The real one is AGATHA NOVI ARDHIATI.
Sungguh, saya tidak pernah bermaksud mengganti nama pemberian orangtua itu dengan nama bikinan saya sendiri. Lalu mengapa saya membubuhkan nama ‘Shrivastava’ di depan nama saya? Yah.. mudahnya sih, agar orang lain dengan cepat mengenali Agatha mana yang dimaksudkan di sini. Dengan adanya tuduhan semena-mena bahwa saya ini memiliki darah Timur Tengah, saya seringkali dikenal sebagai ‘Agatha-yang-India’.Saya toh tidak mungkin menuliskan seperti itu pada e-mail account saya, ataupun social network account lainnya. Jadilah saya menambahkan nama ‘Shrivastava’ di depan nama saya, agar mereka lebih mudah mengenali Agatha yang manakah ini.
Walaupun kemudian pembubuhan nama baru itu semakin membuat mereka meragukan ketidak-India-an saya.
The name ‘Shrivastava’ really means something.
Sekitar lima tahun silam, layaknya orang yang tengah hamil tua, saya sibuk sekali mencari nama dari Bahasa Sansekerta yang bisa disandangkan pada nama saya. Yah.. demi alasan identitas ‘India’ itu tadi. Dua alasan kenapa akhirnya nama ‘Shrivastava’ yang terpilih: berima dengan nama ‘Agatha’ dan entahlah.. sepertinya terdengar indah bila disebutkan. Lama kemudian, saya baru berniat mencari tahu apa arti sesungguhnya dari nama ‘Shrivastava’. And you know what? ‘Shrivastava’ berarti guru dalam Bahasa Sansekerta. Just as I am right now.
Really wanted to be a NUN.
I can’t believe it, either! Just as you do.
Tidak pernah terbayangkan oleh saya menjalani profesi sebagai seorang dosen, sebagaimana yang tengah saya jalani saat ini. Yang ada, saya (dulu) demikian inginnya menjadi seorang biarawati. Geez.. I don’t know what were I thinking about. Kalau sekarang, sudahlah.. tak perlu ditanyakan lagi apakah saya masih berkeinginan mewujudkan apa yang saya cita-citakan semasa kecil itu. Jawabannya sudah sangat jelas, bukankah?
Ndableg.
Sepertinya ini memang alasan yang kuat kenapa saya seharusnya memang tidak menjadi seorang biarawati. Mungkin karena alasan yang sama pula mengapa ayah dan ibu secara tidak langsung memang tidak pernah mendukung cita-cita saya itu. Rasanya mereka cukup paham dan mungkin juga khawatir apa nanti jadinya susteran itu jika saya masuk di dalamnya. Mana ada biarawati yang maunya membuat aturan sendiri, begitu kata ayah.
(too much) Asking questions.
Beruntunglah orang-orang di sekeliling saya, karena saya ini introvert. Jadinya pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepala saya ya hanya tetap tinggal di situ saja, hanya kadang-kadang saja saya sungguh mengungkapkan pertanyaan itu kepada orang lain. Semasa kecil, saya sudah cukup membuat kesal ibu dan kakak-kakak saya akibat pertanyaan-pertanyaan itu. Kenapa ‘one‘ itu harus dibaca ‘wan‘, sementara tulisannya tidak demikian? Kenapa gajah menghisap air dari hidung, sementara manusia justru merasa hidungnya sakit kalau kemasukan air? Dan kenapa tidak pernah ada makhluk yang, kalau menitis, menjadi telur puyuh, toh telur puyuh itu juga (awal dari) makhluk hidup?
Enjoys experiments (about mostly anything).
Lantaran enggan mengajukan banyak pertanyaan ini-itu, akhirnya saya lebih senang mencoba-coba saja secara langsung untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya. Dan dulu, ibu adalah korban utama dari percobaan itu. Menaburkan bedak di lantai dan berjalan di atasnya hanya untuk mengetahui apakah memang bedak bisa melicinkan lantai, memecahkan termometer (secara sengaja) untuk mengetahui wujud sebenarnya dari air raksa, memecahkan pajangan kecil berbentuk bebek hanya untuk menemukan apa bedanya serpihan kristal dari kaca biasa. Dan semua perlengkapan percobaan itu memang adalah milik ibu.
Sampai saat ini, mencoba adalah satu kegiatan yang sangat saya nikmati. Tempat makan serta makanan dan minuman yang disajikan, tempat nongkrong, tempat wisata, atau bahkan sekedar rute perjalanan yang belum pernah dilalui. Satu hal yang sampai sekarang masih ingin saya coba adalah bungee jumping, yang kata Pakdhe Mbilung itu rasanya seperti.. (apa ya dulu istilahnya beliau itu?!) ‘bijimu naik ke tenggorokan’. Tapi berhubung saya tak punya biji, mestinya tidak apa-apa ‘kan ya mencoba bungee jumping, Pakdhe?!
Dislikes chocolate.
Saya hanya menyukai warnanya saja, bukan rasanya. Walaupun menurut beberapa orang coklat itu sangat efektif untuk mengatasi perasaan galau, sedih, kesal, atau apapun itu, buat saya, sepertinya perasaan sedih justru akan semakin sulit terobati jika makan coklat. Entahlah.. rasanya saya tidak terlalu menyukai rasanya yang terlalu manis, dan teksturnya ketika meleleh di mulut.
Tapi rupanya ketidak-sukaan terhadap coklat ini runtuh seketika setelah mencoba Milk Chocolate Flakes keluaran The Harvest.
Malas mandi.
Kata ibu, kenapa sih malas mandi? Wong gak perlu bayar air juga.
Kata saya, buat apa sekarang mandi kalau besok juga bakalan mandi lagi?
Suka pria wangi.
Walaupun saya ini malas mandi, tapi bau badan yang wangi adalah suatu keharusan. Hal yang sama pula yang membuat saya langsung menyukai seorang pria.. dari hirupan pertama.
Inilah alasan utama kenapa saya menyukai Goda.
*kedip-kedipi Nyonya-nya Goda.. dan Kakang* ![]()
________
There.
Sudah sepuluh ‘kan?!
Tapi saya rasa, menambahkan satu lagi masih diperbolehkan dong, ya?! ‘Kan usia saya juga sudah bertambah satu lagi.
Yeah, I’m 26 today! *Yay!*

________
updated – menjelang 30 November 2008
Saya mendapat hadiah ulang tahun, dari seorang teman yang sangat pandai membikin animasi dan komik. Dan dia mengijinkan saya meletakkannya di sini.
Thank you so much, dear you!


28 Responses
[...] » baca versi lengkapnya! [...]
nah ‘kakangnya’ rajin mandi atau pake minyak wangi gak?
SELAMAT ULANG TAHUN YA NDUK
YAY !!! met ultah dos *gak pake mbak ah ternyata sy lbh matang* (woot)
happy birthdaaaaaayyyy…!!! huaaaaa….raja burger raja burgeeeerrr!!!!
dan saya baru nyadar, kita BELUM PERNAH ketemu offline!! ahahaha….kok bisa ya? saya udah ketemu dengan hampir semua temen online, yang deket yang jauh yang dari eropa yang tinggal dan kerja di afrika. situ yang cuma deket2 sini aja GAK PERNAH!!
raja burger, mbak. I’m warning you! *LOL*
Woalah, sampeyan kuwi wong jowo to mbak. Lagi ngerti aku.
Yowelah.. sugeng tambah warsa, mugi-mugi tambah sukses tambah keren..:)
Mau minta kado apa jeung?
waktu mendengar Gage mengucap..”untuk seorang wanita diatas sana….” di pestablogger kmarin, aku berpikir dirimulah dsebut.
tapi membaca kalimat terakhir ini, ”
*kedip-kedipi Nyonya-nya Goda.. ” aku bingung sendiri….wakakakakak
SELAMAT ULANG TAHUN
Selamat ulang tahun Mbakdos! GBU! Sayang Mbakdos ndak suka Coklat jago, mau saya kirimi sebagai kado ultah jeh. *dikaplok parutan*
yah, saya orang kesepuluh yang comment disini…
tapi tak apalah, toh tadi sudah duluan lewat pesan singkat
sekali lagi,
Happy birthday, Sis… *kisses and hugs*
met ultah ya mbakyu !! be always blessed.
selamat ulang tahun.
ya ampun itu cerita biji dari jaman kiplik …
hore.. selamat ultah mbokdas!!!
met ultah mbak dos, u are 26 perfect combination lady…
klo kata mas sipitku what a wonderful young lady begitu…..*kecup kecup*
emm…kalau darah Afghanistan? Srilanka?
*ngotot* Saya tak pandai berkata-kata. Selamat ulang tahun
happy birthday again!
selamat ultah, semoga tak kering berkat
MbakDos,
selamat ultaahh… (cozy)
semoga tetep jadi shrivastava yang canteekk..
met ultah mbakdos. semoga tercapai semua keinginanmu…
padahal tempat hang out kita sama, tapi kok kita gak pernah ketemu ya?
Entah alur apa yang sedang saya jalani, hingga beberapa hari yang lalu saya tersesat dan akhirnya tenggelam dalam tulisan-tulisan Shrivastava Agatha, orang Jawa yang dicurigai punya darah Arab ato India ato entahlah.
Nasib panjenengan mirip dengan nasib saya, saya ini Jawa asli(?), tapi sering dituduh berdarah Arab. Tapi…. siapa yang tahu “siapakah moyang kita 10 generasi yang lalu”?
Selamat merayakan Hari Kelahiran.
salam kenal..baru kali ini mampir jeung
dan selamat ulang tahun (meskipun telat…)
keren mbak komiknya
yo yo ngeplurk meneh….
saya juga jawa tulen
juga jarang mandi
tapi tidak wangi..
pacar saya orang jawa, sebenarnya tidak nyambung. – halah
Syelamat Ultah yo …
salam, Gungde
http://halopop.com
ah, met ultah buDos,
smoga ‘serba tambah’ ya…
wah happy belated birthday
jarang nemu orang jujur yang bilang males mandi
)
Wah Rame ni Webnya…..
salam kenal aja semua..
Slamat Siang semua……..