Yes, This Must be…
“Jadi besok kita mau ke mana?”
Hanya pesan singkat itu saja yang saya terima semalam.
Tanpa dugaan apapun, apalagi kecurigaan. Hanya menduga bahwa dirinya sedang menggoda, seperti biasanya.
Namun ternyata, ia sungguh hadir di hadapan saya.
Sekedar memenuhi janjinya untuk memeluk saya seerat-eratnya, di saat saya merasa dunia ini tengah runtuh menimpa. Dan menghabiskan seharian ini berdua saja.
You really are my miracle, Darl! As always.


12 Responses
this is an envy side of me commenting mbak:
I want a lover who can always be here for me when I need her too!
and I’m happy for you!
mbakDos: *hugs nima*
Pasti menyenangkan…*been there done that*
mbakDos: sangat!
Duhh senangnya…….
mbakDos: iya nih.. banget!
[...] » baca versi lengkapnya! [...]
cieee… suit suiitttt…. *nyungsep*
mbakDos: rampok pasti iri! *dikemplang gayung*
….. dan mereka pun berpelukan ….. seharian.
mbakDos: duh.. ketauan!
mbakDos: boleh kok, jeng.. *tapi bukan sama saya kan ya?!*
hanya dengan sebuah kehadiran, mampu mengalahkan 1000 tangkai mawar, ratusan anyaman kata dalam sebuah puisi paling romantis sekalipun..
mbakDos: SETUJUH! *eh, delapan juga boleh* halah.. apa sih?!
si kakang? aww…sweeeeeettt….
mbakDos:
Ck ck coba smua dosen di negeri ini seromantis sampeyan, mba..
mbakDos: bisa-bisa gak ada yang jadi mahasiswanya!
wah ini mah bukan romantis…
tapi NGALEM…… =))
mbakDos: ah, dirimu iri ya, oom?!
ah…iri…
mbakDos: *peluk-peluk chika*