A Cup of (Wild) Imagination
Saya baru saja membuka notebook dan menyambungkannya dengan stop kontak yang terletak persis di belakang sofa yang saya tempati ini, saat speaker kecil di sudut atas ruangan memperdengarkan intro sebuah lagu yang saya kenal persis. Dentingan piano yang kemudian mengiringi suara si pelantun lagu dalam tempo lambat.
Mendadak, rasa rindu yang teramat sangat menyeruak ke dalam dada saya.
Mengingatkan saya pada peristiwa beberapa waktu silam. Mendengarkan penyanyi kesukaannya, kesukaan kami. Menyenandungkan lagu ini, yang kami gemari setengah mati.
Kami duduk berdampingan, saling menyandarkan kepala di bahu yang lain atau pada sandaran sofa. Telapak tangan yang terbuka dengan jemari saling menggenggam satu dengan lainnya. Membiarkannya merasakan permukaan kulit yang saling bersentuhan. Lalu tidak bisa menghentikan getaran yang menyertainya. Yang dalam waktu sekejap, seolah menghilangkan seluruh kesadaran yang dipunyai.
Lalu kini, dalam situasi berbeda, saya kembali mendengarkan lagu yang sama.
Seorang diri. Hanya ditemani notebook, agenda yang penuh berisikan jadual kegiatan untuk satu bulan mendatang, dan secangkir dutch latte.
Rasa pekat pada kopi berpadu dengan gurihnya susu. Dengan rasa manis sekaligus pahit yang khas dari brown sugar yang saya tambahkan ke dalamnya. Juga rasa manis lain yang melintas di lidah saya saat menyeruputnya dari cangkir. Menimbulkan sensasi yang tidak biasa.
Ternyata memberikan kenikmatan tersendiri.
Layaknya rasa nikmat yang muncul akibat keinginan yang tak tertahankan untuk menemui dirinya, tapi di sisi lain juga harus menahan diri untuk tidak mengijinkan impulsivitas itu menghilangkan akal sehat saya. Kepedihan lantaran mendengarkan lagu ini seorang diri, tapi sekaligus membuat saya tersenyum hanya karena membayangkan dirinya.
Membayangkan kembali ke saat itu.
Menempati sofa yang sama, dalam ruangan berdinding merah bata dan beratap gelap berlapis kaca berukir bunga. Dengan cahaya temaram, perpaduan lampu dan lilin yang seolah sengaja diletakkan dalam jumlah terbatas. Udara dingin yang semula menyentuh kulit, perlahan terasa semakin menghangat bersamaan dengan dekapan yang semakin erat melingkari seluruh tubuh.
Belaian lembut di sepanjang alunan detak jantung yang tak berpenjuru. Melintasi setiap batasan sudut ruang dan selisih waktu. Derap nafas yang semakin cepat, seolah berlomba dengan lantunan nada yang juga memburu. Lalu meluapkan seluruh gumpalan perasaan yang sudah tidak sanggup lagi dibendung.
Kemudian cahaya seolah semakin meredup, suara semakin memudar, dan kami pun tenggelam dalam hisapan pusaran tanpa dasar. Sambil terus berharap bahwa permukaan itu memang tidak pernah ada.
“Mau tambah lagi mungkin minumannya, Mbak?”
Entah dari mana datangnya, si mas berwajah tampan ini tiba-tiba saja sudah berada tepat di depan meja saya. Membuyarkan lamunan yang sedang demikian serunya.
Ah, benar-benar ganggu, deh!




20 Responses
itu mas-mas yang ganggu sapa Mbak? bukan waiternya kan? (woot)
mbakDos: wuah.. gak terima waiternya, chic! dia itu PR-nya cafe! (doh)
panggil kakang buat nemenin mbakdos. Eh, tapi yang dikangeni Kakang kan ya? *takut salah* :p
mbakDos: yang kamu panggil itu kakang-ku kan?! bukan kakang-nya yang lain?
hmm… ini imajinasi atau kenyataan sih mbak?
mbakDos: silakan menilai sendiri
hmm… ini imajinasi atau nyata sih mbak?
mbakDos: ah, ike ini! komennya kok sama sih?! *halah*
george michael jadi waiter?
mbakDos: ah, gak sudi kang hed! patah hati aku! masa george michael lebih milih laki daripada aku??
maap, mbak. Saya lancang mengganggu lamunannya. Kopi berikut saya yang traktir.
mbakDos: woohhhh jangan-jangan pakDok yang duduk ngumpet di balik pilar ya?? *sebenernya mau nraktir atau mau nari india sih??*
mbak-mbak pernah jadi kontributor BB 17+ yah?
mbakDos: *doh! ketauan!* padahal udah pake nama samaran lho, goda! naahhh ketauan ya kau suka buka BB 17+??
hmmmm paling ngga enak tuch ngayal diganggu…
mbakDos: banget! walaupun yang mengganggu tampan.. tetep aja judulnya GANGGU!!
Imajinasinya . . . , ganas . . ha ha ha
Salam kenal !
mbakDos: waahhh ini pasti salah baca! wong gak ngelamunin kandang macan! *halah*
salam kenal juga..
maybe this english lyrics can make you imagination wilder….
I’ve forgotten how long it has been
since I’ve never again…
listened to you telling your beloved fairytale
I’ve thought for a long time
I start to panic
have I done something wrong?
You said to me with full of tears
Inside the fairytale are all lies
I can’t possibly be your prince
Maybe you can ever understand
You said I love you ever after
The stars in my sky has lightened up
I’m willing to be
that angel you love inside the fairytale
Spread up my hands
become the wings to protect you
You must believe
believe that we can be like that in the fairytale
prosperity and happiness is the ending
You said to me with full of tears
Inside the fairytale are all lies
I can’t possibly be your prince
Maybe you can ever understand
You said I love you ever after
The stars in my sky has lightened up
I’m willing to be
that angel you love inside the fairytale
Spread up my hands
become the wings to protect you
You must believe
believe that we can be like that in the fairytale
prosperity and happiness is the ending
I want to be
that angel you love inside the fairytale
Spread up my hands
become the wings to protect you
You must believe
believe that we can be like that in the fairytale
prosperity and happiness is the ending
I will be
that angel you love inside the fairytale
Spread up my hands
become the wings to protect you
You must believe
believe that we can be like that in the fairytale
prosperity and happiness is the ending
Let’s write our ending together
mbakDos: hahaha ini yang aselinya lagu jepang atau korea itu kan ya?!
emg paling enak kok ngelamun cerita dibalik ‘the-theme song’ masa lalu..
tapi jgn mpe dikira orgil, *senyum-senyum ndiri*
tapi jujur q jg pernah kok mba.
mbakDos: ngg.. iya ya?! jangan-jangan si mas itu ngeliyat sayah senyum-senyum sendiri, makanya dia menghampiri untuk memastikan sayah masih sadar atau gak kali ya?!
Jadi makyess hati ini ingat pengalaman pribadi yg hampir sama tp waktu yg akan membantu melupakan semuanya.
mbakDos: yah.. mungkin memang kadang gak perlu dilupakan kok, karena emang gak bakalan bisa
just accept them as what they are
*mbakDos: hahaha ini yang aselinya lagu jepang atau korea itu kan ya?!
iyah… lagu dengan judul “tong hua”…. ho ho ho
*mbakDos: yah.. mungkin memang kadang gak perlu dilupakan kok, karena emang gak bakalan bisa
just accept them as what they are
setuju mbakdos !!!! itu yang membuat kita lengkap….
the wholeness as human being… ho ho ho
*ngakak…. sok bgt yah gua ^ ^
mbakDos: iya lah! manusia itu kan berasa lengkap justru karena katidak-lengkapannya *halah.. apa sih ini??*
haduh. “kissing a fool” yah. itu lagu gue jugah.. mengingatkan saat-saat kost di jogja dulu….
mbakDos: woohh saat di kost jogja kau pernah berciuman dengan george michael??
oh iya, ketinggalan.. this song is sooooo gay. love it!
mbakDos: hahahahaha
absolutely wild !! ahaha
mbakDos: ah malu akyu! *halah*
wah…. gue juga punya lagu yang membuat gue terbang, pa lagi inget waktu bibirnya menyentuh bibir gue…… kalo lagu itu mengalun lagi gue berasa bibirnya yang indah itu mengulum lembut
mbakDos: hush hush! sensor!
hem… rupanya suka bermemori ke masa lalu ya… apa kabar tha… take care…
mbakDos: suka banget!
kabar baik, bu.. salam ya buat teresa dan si mas..
Dah lama nggak buka2..trus tertarik buka yang “wild2 ini”….
wuekekekekekek…ternyata Mbak Agatha…
TOPP!!..hihi
mbakDos: iihhh dasar miyabih! banyak postingan yang lebih baru, tetep aja bukanya yang “wild2″ deh
nyaris gak konsen buat komen lagi….
*masih berasa jadi wild beneran*
*berharap lain kali gak ada yang nawarin mabk dos kopi*
mbakDos: kamu aja yang minum kopinya, sil!