Situ Gintung

Berulang kali berita tentang Situ Gintung tiba di telinga saya.
Melalui televisi dan radio, atau melalui situs-situs lokal penyedia berita yang ter-update setiap beberapa menit sekali.
Mulai dari yang hanya berupa tulisan, gambar-gambar statis (baca: foto), hingga berbagai video yang menayangkan hasil wawancara dengan beberapa orang yang terkait dengan musibah itu.
Dan saya kehabisan kata-kata.
Sudah tidak ada lagi kalimat yang bisa dengan tepat menggambarkan apa yang saya rasakan. Terlebih apa yang mereka rasakan.
Saya bukan orang yang cukup beragama untuk bisa mengajak teman-teman mendoakan mereka.
Tapi satu hal yang saya yakini. Bahwa Yang di Atas selalu punya alasan atas setiap peristiwa yang kita alami. Ada sesuatu yang ingin disampaikan, yang pada akhirnya adalah sesuatu yang terbaik buat kita.
Termasuk pada apa yang tengah mereka alami. Kehilangan orangtua, pasangan hidup, buah hati, sanak saudara, dan kerabat, yang pada sekejap sebelumnya masih berada sangat dekat dengan mereka.
Oh, God! Saya sungguh berduka.
Terlebih karena menyadari bahwa ini bukan saja akibat dari ‘perbuatan’ alam.
*gambar aseli dipinjam dari sini dan didandani lagi oleh mbakDos




12 Responses
hiks…saya juga speechless dengarnya. total korban terus bertambah…
iya, turut berduka, saya pas deket TKP, dan anehnya ada aja yg sempet2nya kampanye terselubung
gw rasa 70% tuh human eror, coz denger kabar di tkp tuh tanggul dah rusak dah lama, tp ga da renov…ditambah umur situ jg dah tua. emank dah takdir jg kali ya….ya mudah2-an ada hikmah yg besar bwat smua. amin.
saya pas nonton tipi kaget jugal liatnya. apalagi temen2 saya banyak yang rumahnya dilewatin jalur banjir situ. untungnya pada baek2 aja.
Saya juga turut berduka…
But it’s a blessing in disguise kalo diresponi dengan sikap yang benar karena Tuhan memang selalu punya alasan atas setiap peristiwa yang kita alami.
Nice post again mbak !!!
Turut prihatin..cuma bisa mendoakan yg terbaik..smoga ada yg memperhatikan rekan2 yg selamat dari bencana ini..
Alam tak berbuat tanpa sebab, karena alam tak memiliki nafsu apalagi hawa nafsu. Apa yang ditunjukkan alam hanyalah akibat, bukan sebab.
Mungkin kita lupa bahwa justru karena perilaku kita sendirilah yang menyebabkan alam menyampaikan pesan tuhan.
Nice blog.
sedikit ternganga…dan memaksakan mata untuk terbelalak *krn mata minusnya nambah*….anna keder liyat tanah ambles…..air deras ngalir hingga banyak warga hanyut hilang blum ditemukan
duh miris sekali….
Kalo Tuhan sudah berkehendak…kunfayakun…..terjadilah…..yang penting sekarang bagaimana caranya bantu sodara2 kita ini
Ampuni bangsa ini Ya Allah………..
pelajaran bagi kita semua bahwa manusia itu lemah adanya .
Halo…. blog ku ada post mengenai Megawati yang di hujat hampir 100 ribu orang di facebook, mampir yuuukk…
Thanks admin…:P
*blogwalking mode on*