Tak Kenal Maka.. Ikut-ikutan
Baru menginjakkan kaki keluar gedung jurusan, saya mendengar seseorang memanggil saya.
“Eh, Agatha!”
Saya menoleh. Si Mbak dosen ini rupanya.
“Gila! Kamu udah kaya most wanted girl ya, ditanyain semua orang!”
Ia tertawa. Saya ikut tertawa juga.
Setengah malu, setengah.. yaaa mau gimana lagi?!
Dijuluki most wanted girl, jelas bukan hal yang membanggakan. Apalagi saya tahu betul alasan mengapa saya jadi sasaran pencarian (semua orang).
Ya memang nggak seharusnya bangga juga. Lha wong dicari-cari dosen-dosen (yang bahkan bukan dosen pembimbing Tugas Akhir saya) lantaran saya menghilang selama empat bulan lamanya dari kampus. Setelah sebelumnya menunda kelulusan selama satu semester, dan menelantarkan Tugas Akhir. Tanpa kabar sama sekali. Beberapa orang dosen bahkan lebih sering mengetahui kabar saya melalui update status di Facebook. D’oh!
Mungkin Mbak ini juga salah satunya. Yang lebih tahu kabar terbaru saya justru bukan dari saya sendiri secara langsung.
Dan kelihatannya ia juga mencari-cari di manakah saya gerangan selama ini.
Walaupun dirinya bukanlah dosen pembimbing saya.
“Iya nih, Mbak. Ini udah mulai lagi kok..”
“Udah buruan, tinggal dikit ‘kan?!” tanyanya, “Good luck ya!”
Dengan tampilan seperti yang saya temui barusan ini, siapa yang menduga bahwa si Mbak adalah dosen yang terkenal killer dan dianggap menyebalkan? Dinilai nyinyir, sinis, dan perfeksionis?
Saya, juga adalah salah satu mahasiswa yang tidak menyukainya. Dulu, di awal saya mengenalnya. Tapi seiring berjalannya waktu, selama dua tahun menjalani kuliah, saya cukup sering berinteraksi dengannya. Dari yang semula hanya berdiskusi tentang materi kuliah, sampai percakapan yang lebih menyenangkan seperti membahas film-film terbaru, bertukar pengalaman sebagai sesama dosen, bahkan sama-sama mengutarakan kekhawatiran terhadap munculnya UU Anti Pornografi dulu itu.
Secara kami (ternyata) sama-sama menggemari pakaian yang.. ya gitu deh pokoknya
Saya mulai menyadari bahwa dia ternyata seseorang yang menyenangkan. Jelas cerdas luar biasa. Memiliki kemampuan yang mengagumkan (saya) dalam menjelaskan berbagai hal secara rasional. Juga adalah seseorang yang seru untuk diajak lempar-lemparan lelucon kognitif *halah, lelucon kok kognitif*
Dan dia, adalah salah satu dari sangat sedikit dosen yang, menurut saya, tahu betul bagaimana harus ‘menangani’ saya sebagai seorang mahasiswi. Yang, meminjam istilahnya, tambeng (baca: bandel, ndablegh). Bukan dengan memarahi seperti yang dilakukan oleh beberapa dosen lain, karena – seperti yang pernah diungkapkannya secara langsung kepada saya – dia tahu bahwa jurus memarahi itu tidak akan mempan buat saya.
Yang ada, dia menggunakan cara lain yang justru jauh lebih ampuh untuk menaklukkan saya. She knows where to push my button.
Saya diam-diam sempat berharap bahwa dialah yang nantinya akan menjadi dosen pembimbing saya dalam menyusun Tugas Akhir.
Yaahh.. walaupun sayangnya harapan saya itu tidak terwujud, dia tetaplah dosen favorit saya. Tak peduli betapa banyak suara miring tentangnya.

11 Responses
yup, don’t jugde a book by it’s cover, memang masih berlaku…kagak ade matinye….. tapi kalo ternyata ketemu sama yang luar dalem sama-sama “nggak banget”,…aduuuhh cukup saya aja yang mengalaminya..(weleh jadi curcol nich).
mbakDos: yakin deh, bukan dirimu aja satu-satunya yang ngalamin begitu
lagian, masih bagus kan kalo di luar dalem sama-sama nggak banget. daripada luarnya oke-oke aja, dalemnya nggak banget! *ikutan curcol juga ah!*
emang button kamu dimana mbakdos?? hahaha..
well, sometimes, penampilan luar orang, atau bahkan yang kita sering baca di blognya, misalnya, belum tentu menggambarkan kepribadian orang tersebut…
Silly: emang button kamu dimana mbakdos?? hahaha..
makanya jeng, ketemuan yuukkk..
mbakDos: lho, pan udah pernah dikasih liat, masa lupa?!
hmm.. Wonder who she is.. Ting ting
mbakDos: siapa ya mon?
gath, titip salam utk dosennya ya
]
[kayaknya (sok) kenal hihihi....
mbakDos: sampein sendiri aja pin
tak kenal maka tak sayang itu ada benernya ternyata ya Mbak? sayangnya kita terlanjur lebih suka ikut-ikut men-judge duluan ketimbang berusaha mengenal lebih jauh
mbakDos: bukan cuma ada benernya kayanya, tapi MEMANG bener
keren juga yah jd most wanted, tp klo most wanted gara2 di cariin2 dosen / blm bayar utang,hmm…..
btw salam kenal yahhhh
mbakDos: itulah.. gak selamanya enak memang kalo jadi most wanted
salam kenal juga.. makasih ya udah mampiiirr
SETUJU!!!! kalo dah kenal palagi sampe merasuk ke hatinya pasti gak jadi ikut2an xixixi..
)
salam kenal mbak
mbakDos: hahahaha.. untunglah saya masih menyukai pria
akibat banyak kesamaan itu, maka akrablah dia hehe
*sok tau on*
dan saya sudah bisa membayangkan jenis pakaian yang kalian suka itu ..
mbakDos: dibayangkan, atau mau ikutan make juga oom?
di mana ta pencet tombolnya?
mbakDos: oohh.. belum tau ya cha? coba tanya silly deh *kedip-kedipi silly*
jd kalau kau sudah lulus siapa yg menemani aku nanti di kampus kuning itu mbak?
mbakDos: aku tetap bersedia menemanimu kok, mbit
lho… waktu itu aku pencet2 kok gak ngaruh…?
apa ada tombol lain…
mungkin yg di… umm…
atau mungkin kamu lagi… umm…
mbakDos: hahaha pasti keliru itu!