Cathy Thorne: Black Humor
Sebenarnya saya sudah menulis tentang hal yang sama melalui aplikasi Notes di Facebook. Tentang kartun karya Cathy Thorne yang bikin saya tergila-gila itu.
Saya benar-benar lupa kapan persisnya saya menemukan situs Everyday People Cartoons yang berisikan hasil-hasil karyanya. Tapi saya masih ingat bahwa saya menemukannya di tengah kegiatan googling situs penyedia clipart, yang nantinya bisa digunakan dalam slideshow materi kuliah saya.
Entah kata apa yang saya masukkan pada kolom pencarian, hingga akhirnya Everyday People Cartoons ini muncul di antara jajaran situs lain.
Dan rupanya sungguh salah karena menemukan situs itu, di saat saya harusnya menyusun materi kuliah.
Yang ada, saya malahan asyik sendiri membuka satu-persatu koleksi kartun buatan Cathy Thorne itu, dan bahkan menyimpannya beberapa di dalam satu folder tersendiri di dalam penyimpanan si Fuji. Saya sungguh melihat-lihat semua.. iya, semua hasil karyanya, yang kalau tidak salah, sudah dipublikasikan di situs yang sama sejak tahun 2005.
Cathy Thorne berhasil membuat sketsa kehidupan sehari-hari dalam bentuk gambar kartun yang sangat sederhana. Yang sebenarnya tidak akan berarti apa-apa jika hanya melihat gambarnya saja. Tapi kata-kata yang tertera pada gambar, itu yang justru memberikan makna yang luar biasa buat saya.
Cuplikan peristiwa sehari-hari yang disajikan dalam bentuk humor yang lucu, pahit, perih, bahkan ironis.
Lalu siang ini, lagi-lagi di tengah aktivitas terkait perkuliahan dan pengajaran yang dilakukan, saya menemukan sebuah halaman (baca: page) milik Cathy Thorne di Facebook.
Seketika itu, bukan saja kembali memutar seluruh ingatan tentang berbagai karyanya yang pernah saya lihat, tetapi kegiatan pengajaran terpaksa terganggu. Saya bahkan harus menahan diri hingga jam kuliah usai, dan saya kembali bisa menikmati kartun karyanya, setelah sekian tahun saya absen mengunjungi Everyday People Cartoons.
Saat menulis ini, saya melakukan apa yang sebelumnya sudah saya lakukan juga ketika menulis Notes di Facebook tentang hal yang sama.
Saya membuka situs Everyday People Cartoons dan secara acak membuka salah satu karya Cathy Thorne.
Kali ini, inilah yang saya dapatkan.

Saya jadi harus mengingat-ingat (dengan keras), kapan (saja) saya bisa menemui orang-orang yang saya kenal tanpa harus didahului dengan mematut diri di depan cermin berulang kali. Tentu tak perlu memperhitungkan Kakang Pendekar Matahari saya yang satu itu *hihihihi*
![]()
Lagi, setelah sekian tahun, karya Cathy Thorne tetap membuat saya bisa menikmati saat-saat di mana saya menertawakan diri sendiri. Juga menertawakan pengalaman masa lalu yang.. dulu saya anggap memalukan, menyebalkan, mengesalkan, bahkan tak layak untuk sekedar diingat.
Black humor is not necessarily black, anyway.
__________
PS.
* kartun karya Cathy Thorne bisa dilihat di Everyday People Cartoons
** gambar yang dipinjam untuk dipajang di sini dicomot dari situs yang sama, yaitu yang ini

17 Responses
iya keren banget, unsur psikologinya sangat kental…
eh tapi beberapa kali black humor ku disalahpahami
mbakDos: hehehe bukan humor kali
kadar humornya terlalu tinggi, sampai saya musti mengais2 otak saya untuk bisa tertawa lepas olehnya
mbakDos: mungkin justru di situ humornya, malah gak perlu mengais otak
Cathy Thorne? hmmm saya baru tau ^^
mbakDos: selamat menikmati kalo gitu
untunglah saya punya byk teman yg spt itu
mbakDos: sudah diduga
hahahaha..bener juga ya, tanpa sadar terkadang kita harus ngaca2 dulu sebelum ketemu beberapa orang yang kita kenal..merepotkan ya?
kartunnya keren..black humor..love it..hihihihi..
thx 4 sharing…
*mantengin kartun*
mbakDos: sulit ya ternyata jadi diri sendiri di depan orang lain, tanpa harus dandan dan ngaca-ngaca
cukup ingat saya . . . hehehehe nggak ribet kan . .
mbakDos: inget dirimu supaya makin tebel pake riasannya?
mwahahahahahahaq iyah Mbak, membuka situs itu di antara work sheet saya yang berserakan ini adalah hal yang salah.. doh!
mbakDos: hahahaha rasakan! *dengan gaya nenek sihir*
liat dari dagdiggug mbak.. tulisannya ok juga
mbakDos: makasih
*klik kanan*
*open in new tab*
*gk jd komen*
mbakDos: yaaahh kalah pamor deh sayah sama si Cathy
Salam kenal, MbakDos. Terima kasih sudah berbagi Cathy Thorne-nya.
mbakDos: salam kenal juga.. selamat menikmati ya.. ati-ati ketagihan
iya ya.
klo temen akrab sih ngga usah pake dandan dulu kalo dia dateng.
xixixi
tapi..kenapa namanya black humor ya mba?
mbakDos: hehehe yaa suatu hal yang memalukan itu gak harusnya jadi bahan tertawaan kan?! di situ sih ‘black’-nya kayanya
weks mana black humornya
waduh.,.,.,.,
aku terjebak aku tertipu
mbakDos: lho, lha ya itu di kartunnya.. atau memang kurang lucu ya buatmu?
salam kenal mbak dos
dari saya
mbakDos: salam kenal juga.. dari saya
Saya lebih suka comic online, seru juga tapi kalo connect-nya lelet, wah hancur deh…
salam kenal.
mbakDos: kartunnya Cathy Thorne ini nggak mempermasalahkan koneksi yang lelet kok
salam kenal juga..
teman adalah buat curahan hati halah gak nyambung mode on
salam wongsableng
mbakDos: hahahaha ya ya, itu juga fungsi teman
salam kenal juga
Black humor.. indeed not necessarily black..
Still humor goes universal beyond color..
mbakDos: can’t be more agree
you like black humor because your heart is black.
mbakDos: I quit smoking, ja.. so my heart is still in its color