1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Java Rockin’ Land is Rocking Me

Hari masih sore ketika kami – saya, si Kriwil, Dede, dan temannya – tiba di Pantai Karnaval Ancol. Kami berjalan menuju sebuah gerbang dengan tulisan besar di atasnya: Java Rockin’ Land.

And here we are!

Setelah melintasi dua (atau tiga, saya lupa) lapis gerbang pemeriksaan, kami mulai berjalan menyusuri jalur menuju tempat pertunjukan.

Di penjuru Pantai Karnaval ini, terdapat keseluruhan delapan panggung yang berbeda. Masing-masing panggung memiliki jadual pertunjukan yang berbeda, dan tentunya juga para penampil yang berbeda. Dan panggung pertama yang kami lintasi adalah Panggung Magma (Magma Stage) yang letaknya memang paling dekat dengan pintu gerbang di mana kami memasuki area pertunjukan tadi. Panggung itu sedang kosong, karena band yang dijadualkan untuk menampilkan aksinya di sana baru saja usai. Sedangkan band berikutnya baru akan tampil sekitar satu jam lagi.

Kami berjalan lagi menyusuri jalur pertunjukan. Mulai agak ke dalam, di sanalah keriaan sesungguhnya ditemukan. Beberapa panggung yang lebih besar, booth penjual makanan dan minuman, area permainan, booth penjual merchandise, dan sebagainya, bisa ditemukan di sini. Bahkan ada juga tenda milik produsen sebuah bir terkenal dari Inggris dan juga booth minuman keras yang luar biasa tenar berinisial JD itu.

Saya nyaris mampir ke sana. Tapi untunglah saya masih ingat bahwa saya harus menjaga kesadaran saya tetap penuh sampai akhir acara ini di tengah malam nanti.

Kami langsung mendekat ke arah Panggung Telkomsel (Telkomsel Stage) yang letaknya di salah satu sisi sebuah lapangan besar. Di sanalah saya pertama kalinya melihat penampilan The S.I.G.I.T., dan juga pertama kalinya saya mendengar musiknya. Jenis musik rock yang tidak terlalu asing di telinga saya, secara jenis musik yang sejenis pulalah yang agaknya dipilih oleh Jules, kakak laki-laki saya yang ‘dituduh’ kembar dengan saya itu, saat memainkan musiknya. Dan ternyata enak juga terdengar di telinga. Yaa.. enak di sini jelas, dimaksudkan untuk genre musik rock.

Beberapa lagu yang ditampilkan The S.I.G.I.T. kami nikmati dengan berdiri di depan panggungnya, bersama dengan puluhan orang yang juga menyaksikan penampilan yang sama. Belum selesai mereka menampilkan aksinya, kami berjalan menjauh menuju booth penjual minuman untuk membeli beberapa botol air mineral. Dan kami pun mulai berjalan menyusuri penjuru area pertunjukan untuk melihat apa saja yang ada di sana.

Tiba-tiba, di antara beberapa pengunjung yang berjalan memasuki area pertunjukan, saya melihat sosok yang saya kenal. Pria bertubuh tinggi, berwajah tampan, dengan rambut ikal yang panjang dan berwarna coklat kepirangan. Seorang gitaris kenamaan, yang juga sekaligus menjadi teman saya dan teman si pria di masa lalu itu.

“Heeeiii!!” seru saya.

Ia membelalakkan matanya dan tersenyum lebar, “Haloooo!!!”

Kami pun bersalaman dan saling mencium kedua pipi layaknya dua orang yang sudah lama tidak bersua. Yah, kami memang sudah teramat sangat lama tidak pernah berjumpa. Saya bahkan sudah lupa kapan terakhir kalinya pertemuan dilakukan.

Kami pun saling memperkenalkan teman-teman yang dibawa. Ia memperkenalkan adiknya, dan saya memperkenalkan rombongan saya.

“Nanti nonton dong ya yang jam sebelas?” tanyanya.

“Ooohh.. itu nggak perlu ditanya lagi ‘kan?!” balas saya.

Kami pun tertawa. Saya tertawa sendiri ketika sebuah pertanyaan muncul di kepala saya tentang mengapa ia bisa tahu band yang sedang saya nantikan penampilannya. Pertanyaan yang tidak perlu, karena saya tahu dari mana ia tahu hal itu.

“Oke, gue muter-muter dulu ya.”

Ia mengangguk, “Oke.. oke.. Selamat menonton ya..”

Kami pun menjauh, berjalan menuju tujuan masing-masing.

Melihat-lihat di sana-sini, berkeliling area pertunjukan, foto-foto sana-sini, hingga akhirnya kami memilih untuk duduk saja di depan panggung utama. Masih sekitar setengah jam lagi band pertama yang akan mengisi panggung utama itu menampilkan aksinya. Kami langsung merencanakan tempat di mana kami akan berdiri menonton aksi panggung di sana. Karena pastinya akan sangat banyak pengunjung yang menonton, dan saya sama sekali tidak mau kehilangan kesempatan melihat aksi panggung ini.

Kami pun mendapatkan tempat yang tepat.

Panggung utama didirikan di atas area berpasir, layaknya sebuah pantai. Beberapa meter dari panggung, terdapat jalan beraspal yang memang semula ditujukan untuk jalur yang dapat dilintasi kendaraan bermotor. Antara jalan beraspal dan area berpasir, terdapat pembatas sejenis batu yang bisa ditemukan sebagai pembatas jalan raya atau trotoar. Kami memilih untuk berdiri di tempat itu. Pastinya kami akan berdiri sedikit lebih tinggi daripada orang lain yang menonton di area berpasir di depan atau di belakang kami, sehingga pandangan ke arah panggung pun akan terlihat lebih jelas.

Jam enam lebih sedikit, tata cahaya di panggung mulai semarak. Kami langsung menempati tempat yang sudah dipilih. Puluhan orang yang mulai mendengar suara-suara dari panggung utama ini, segera berjalan mendekat ke arah panggung. Ketika satu-persatu personel /rif memasuki panggung, bergemalah teriakan dan tepuk tangan para pengunjung. Termasuk saya.

And the party begins.

Saya memang bukan penggemar berat band ini. Tapi saya menyukai lagu-lagu dan aksi panggung mereka. Beberapa lagu yang saya tahu dan cukup hafal liriknya pun ikut saya nyanyikan (dengan sekuat tenaga) bersama para pengunjung lainnya. Terutama lagu Radja dan Lo Tu Ye yang aahhh.. luar biasa!! Beberapa kali saya juga ikut berloncat-loncatan dengan pengunjung lainnya.

Andy, si vokalis, selalu menjadi daya tarik yang tak pernah habis dari band ini. Ia mengenakan kostum yang khas. Topi koboi, sepatu rocker dengan banyak belt dan tingginya selutut, pakaian dari kulit sintetis, serta eye-liner. Juga suara yang tiada duanya. Satu kata: KEREN!

Usai berteriak-teriak dan berloncatan, kami mulai kelaparan. Dan saya, kebelet pipis! Kami langsung berjalan menjauhi panggung utama itu untuk mencari toilet terdekat. Setelah akhirnya berhasil pipis, kami memutuskan untuk langsung saja membeli makan malam. Dengan tempat seadanya yang bisa kami temukan untuk duduk, kami pun melahap saja makan malam yang kami beli karena kami toh harus bertahan hingga lewat tengah malam nanti.

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Saatnya kami harus kembali menuju panggung utama. Sekitar setengah jam berikutnya Secondhand Serenade akan menampilkan aksinya di panggung itu.

Sejujurnya, saya tidak tahu siapa itu Secondhand Serenade. Jika bukan karena si Anima yang memberitahu, saya pasti akan selalu mengira mereka adalah sebuah band. Dede lah yang bermaksud menonton penampil ini, karena dia menyukainya. Saya yaa.. hanya ikut menemani saja.

Ternyata, saya lah yang agaknya berada di tempat yang salah. Banyak, sangat banyak bahkan, pengunjung yang mengenal Secondhand Serenade. Tentu saja, mereka adalah anak-anak abegeh seusia Dede. Mereka semua menyanyikan lagu-lagu yang dibawakan dan terdengar seperti sebuah paduan suara besar-besaran. Seketika, saya merasa terlalu tua untuk berada di sana.

But still, kelihatannya jika Secondhand Serenade diikutsertakan sebagai penampil Java Rockin’ Land, saya kok agak kurang setuju. Terlalu.. apa ya?! Lemah lembut untuk musik bergenre rock. Mungkin lebih tepat dikategorikan sebagai musik emo yang sedang hip di kalangan abegeh masa kini.

Ah, entahlah. Saya pun tidak tahu sampai seluas apa genre musik rock yang dimaksudkan di sini. Wong Bunga (Citra Lestari) dan Alexa saja jadi penampil juga. Kalau mau dibandingkan dengan Saint Loco, Netral, Koil, dan /rif yaaa.. jelas mereka ada di dua dunia yang berbeda.

Usai menonton penampilan Secondhand Serenade (yang saya sungguh-sungguh cuma menonton dengan tidak paham), kami memutuskan untuk tidak beranjak dari tempat semula. Untuk penampilan band yang terakhir nanti, jelas saya tidak rela jika spot yang sudah tepat ini ditempati oleh orang lain. Kami pun duduk saja di pembatas jalan itu.

Kaki saya sebenarnya sudah terasa sakit. Kelihatannya karena saya hanya berdiri setengah telapak kaki di atas pembatas jalan. Pinggang pun mulai terasa sakit, mungkin juga karena terlalu lama berdiri dan meloncat-loncat. Tapi saya harus tetap bertahan untuk penampilan yang terakhir ini.

Rupanya bukan kami satu-satunya yang memilih untuk tetap bertahan di posisi semula. Sebagian penonton yang semula menyaksikan penampilan Secondhand Serenade pun duduk saja di tempat semula. Beberapa lainnya mulai meninggalkan tempat pertunjukan dan digantikan oleh para pengunjung yang usianya lebih tua (dari saya, bahkan).

Kami semua menanti pertunjukan terakbar malam ini.

Tepat pukul sebelas malam, lampu di panggung dipadamkan. Dan kami semua yang menyadarinya segera berdiri di tempat masing-masing. Mendadak, jantung saya berdetak lebih cepat. Entah kenapa saya deg-degan sekali. Mulailah teriakan para penonton membahana, meneriakkan nama band yang akan segera menampilkan aksinya.

Tiba-tiba serombongan orang berjalan ke atas panggung. Dan saya segera tahu bahwa mereka bukanlah yang dinantikan. Melainkan beberapa band dan musisi yang sudah menampilkan aksinya, baik di panggung utama maupun di panggung lainnya, termasuk /rif dan Secondhand Serenade. Mereka semua berkumpul di atas panggung dan mengajak para penonton menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Saya terkejut bukan main. Ini ide yang luar biasa.

Saya memang bukan orang dengan nasionalisme yang membara layaknya si Kriwil, tapi saya cukup sadar bahwa momen ini, di mana kami semua mengumandangkan lagu kebangsaan itu, adalah momen yang luar biasa.

Setelah mereka kembali ke belakang panggung dan lampu kembali dipadamkan, lagi-lagi para penonton berteriak memanggil nama si band penampil.

Dan dengan berlari, muncullah satu-persatu personel Mr. Big.

Akhirnya saya bisa melihat mereka secara langsung!!

Setelah mereka memunculkan niat untuk membubarkan diri pada tahun 2002 lalu, saya sempat putus asa karena tidak akan pernah melihat penampilan mereka lagi di atas panggung. Saya hanya bisa mengoleksi albumnya dan mendengarkan musik mereka dari sana. Dan penampilan mereka kali ini, memang sebagai bentuk reuni dari para personelnya sendiri.

Dan Paul Gilbert itu.. aduh aduuuhhh.. bener-bener bikin saya klepek-klepek!!

Dengan kostum hitam dan merah, sesuai warna Java Rockin’ Land, Mr. Big mengawali penampilannya dengan lagu Daddy, Brother, Lover, Little Boy yang menghentak. Jelas, saya langsung ikut menyanyi, bertepuk tangan, dan berloncatan. Terlebih saat mereka membawakan lagu Take Cover yang memang selalu menjadi lagu kesukaan saya.

Hingar-bingar musik rock yang dibawakan sungguh memanjakan telinga (dan mata) saya. Suara Eric Martin yang masih saja sama seperti sedia kala, dentuman drum Pat Torpey yang juga masih mengagumkan, dan duet maut Billy Sheehan dan Paul Gilbert yang aaahhh.. saya tidak tahu kata apa yang tepat menggambarkannya. Kedua orang ini pula rajin memamerkan atraksi bas dan gitar.

Tapi walaupun asik memainkan musik hingar-bingar, mereka tentunya tidak akan luput memainkan lagu balada seperti Wild World dan To Be With You. Daannn.. tentunya juga Just Take My Heart yang juga menjadi lagu kesukaan saya pun ternyata dibawakan.

Saya sibuk sekali menyanyi-nyanyi, berteriak-teriak, berloncatan dan bertepuk tangan sepanjang penampilan mereka selama hampir satu-setengah jam. Sampai kemudian saya baru sadar bahwa kaki saya benar-benar sakit.

It was awesome! It was… gilaaaaa!! Keren banget!! Kereenn!! Saya tidak tahu kata apa lagi yang tepat untuk menggambarkannya.

Saya puas sekali menontonnya!

And to you, Mr. Sunshine.. thank you. Thank you so much. Kalau bukan kamu yang memaksa saya menonton, saya pasti tidak akan mengalami ini semua. You knew me too well, don’t you?

PS.
`ini adalah foto si Kriwil dan saya menjelang aksi panggung Mr. Big
`foto Mr. Big dipinjam dari sini
`maaf tidak ada foto-foto selama band dan musisi menampilkan aksi mereka. saya terlalu sibuk menonton

16 Responses

on August 9th, 2009 at 7:36 pm ochaocha Says:

so this is the second concert yang kamu tonton bukan Ta? the first one is Chrisye khan?

mbakDos: hahaha gak segitu absennya nonton konser juga sih cha.. masa konser pertama dan kedua jaraknya lebih dari 10 taun?! :mrgreen:

on August 9th, 2009 at 8:04 pm dita.gigi Says:

bagus ya mba… pengen nonton, tapi lagi riweh jadi panitia kondangan mulu… hiks…

mbakDos: bagus banget, dit!! kondangannya mestinya di pantai karnaval aja skalian, jadi gak usah nyewa band :mrgreen:

on August 10th, 2009 at 12:38 am si kriwil yg udh smoothing Says:

pria masa lalu? oh ituuuu? ahahaha
adeknya ganteng sih,,,

aw aw aw../rif keren gela2an…

secondhand serenade dipenuhi remaja labil

momen paling mantap:
INDONESIA RAYA

mbakDos: KONFIRMASI! BUKAN yang kemaren itu yang pria masa lalu!! hahahaha.. tapi temennya :mrgreen: ah, momen Indonesia Raya mantap bukan karena kamu nggak bisa nyanyiin lagu-lagu lainnya kan?!

on August 10th, 2009 at 1:58 am si kriwil yg udh smoothing Says:

Oh, kirain lelaki kribo itu pria masa lalu mu…
Padal aku udah merestuimu sama dia loh..
Aku seneng kok kalo punya kakak ipar BINTANG ROCK !

Eh eh eh, plis deh! Aku tuh bener2 menyanyikan Indonesia Raya dengan sepenuh hati.

Ah, jgn sok ga suka Secondhand Serenade deh.
Kamu kan nyanyi2 gt, apalagi pas lagu yg judulnya
LIKE A KNIFE.
Like a Knife? Setajam Silet kali yaaaa

mbakDos: halah! sok fitnah. wong kamu yang terkenang-kenang lagu itu, sampe nggak bisa lupa judulnya :D

on August 10th, 2009 at 8:35 am iin Says:

hwiii asik bgt nih mbakyu kayaknya.. ketemu si nining juga gag dia mister-big-an juga tuh..

besok jonas brother ya mbakyu.. aku tunggu ceritanya hahahahahaw

mbakDos: mendingan mana sama the moffats, in :mrgreen:

on August 10th, 2009 at 2:07 pm warm Says:

postingan ini smakin menambah keyakinan saya kalo dunia ini memang tidak adil..

*banting2 gitar abis nyanyiin wild world..*

mbakDos: oom warm, mau dikirimi potoku yang lagi duet sama paul gilbert nggak? *hahaha fitnah terhadap diri sendiri* :mrgreen:

on August 10th, 2009 at 2:33 pm Chic Says:

sayah terpaksa melewatkan Java Rockin’ Land tahun ini,,, ga apa-apa lah… semoga tahun depan yang didatangkan adalah Guns N Roses hihihihi :P

mbakDos: DAN AEROSMITH!!! *langsung buking tiket* :mrgreen:

on August 10th, 2009 at 3:48 pm ayamcinta Says:

Wah seru ya kayanya kemaren…..

Potonya tampang ngantuk gitu. Poto jam berapa tuh? Hehehehe

mbakDos: hahahaha menjelang tengah malam itu, oom :D

on August 10th, 2009 at 4:41 pm Ningz Says:

hihihihi mbagus ya mbak agatha, nggak sia2 200 ribu akuuu, nggak sia2 ngapalin lirik juga :D

mbakDos: hahahah ya ampuunnn sampe ngapalin liriknya?? ngg.. sayang aku tak tau secondhand, kalo tau kan bisa ikutan ngapalin juga *hahahaha nggak mungkin ya??* :mrgreen:

on August 13th, 2009 at 10:25 am warm Says:

foto ama paul gilbert ? ama gitar les paul curtom jg gak ? :D

@chic G n R ? saya datenggggggg

mbakDos: aduuhhh sayangnya enggaaakk!! kalo aja bisa foto bareng paul gilbert, pasti sayah bawa dia pulang juga tuh!! :mrgreen:

on August 13th, 2009 at 11:03 am arham blogpreneur Says:

Bingung nih… mau ngomen apa , tapi serasa ngak lengkap kalo aksi MR.Big ngak di tayangin nih… atau mungkin sudah ada d youtube ???

mbakDos: kalo foto sih kemaren sempet saya coba googling dan cukup banyak kok hasilnya, tapi kalo youtube, belum coba nyari tuh.. kalo mau lengkap sih.. yaaa emang mesti dateng langsung ke konsernya :D

on August 14th, 2009 at 12:00 am jensen99 Says:

wogh, pengalaman hebat yang bikin ngiri.. :D

negara ini memang terlalu luas, mestinya selebar jakarta saja

mbakDos: jangan iri dong, ah.. mestinya kan ikut seneng! *dikemplang*

on August 15th, 2009 at 11:24 am joan Says:

Mew liat ga…

mbakDos: enggak, karena tak terlalu menyukainya :D

on August 17th, 2009 at 1:53 am -GoenRock- Says:

Saya sudah beli tiket tapi nggak jadi berangkat. Nggak ada barengannya :|

mbakDos: yaaahhhh.. padahal bagus banget lho goen :|

on August 20th, 2009 at 11:37 am Mirzal Dharmaputra Says:

btw, bukan Bunga (Citra Lestari) yang tampil, tapi Bunga band rock zaman dulu… kalo gue liat sih, mereka gak seksi kayak BCL.. hahaaa

mbakDos: :lol: hahaha ya ampun, kirain bunga yang ituh.. pantes aja nggak seksi :D

on September 18th, 2009 at 9:28 pm elia bintang. Says:

mr.big itu yg hari ke 2 ya mba? saya dateng yg hari ke 1. agak mengecewakan sih vertical horizon, tapi yg lainnya bagus.. lumayan lah, saya dpt 10 tiket gratis soalnya :D

mbakDos: wuaaahhh enak betul dapet 10 tiket gratisan! tau gitu gue menghubungi dirimu aja ya?! :mrgreen:

Leave a Reply