dudukBERSILA @ SPICE!
“Mbak, aku boleh pinjem tulisannya untuk ditampilin di majalahku nggak?”
Begitu pertanyaan yang tiba-tiba muncul di sebuah window Yahoo!Messenger saya pada suatu hari. Setelah sebelumnya si penanya ini memperkenalkan diri kepada saya sebagai seorang kontributor sebuah majalah perempuan.
Percakapan pun berlanjut, mempercakapkan majalah di mana ia menjadi kontributor, dari mana ia mengenal blog dudukBERSILA, termasuk juga mengenai tulisan yang dimaksudkannya hendak ‘dipinjam’ untuk ditampilkan di majalahnya.
Dari antara sekian tulisan yang pernah saya munculkan di blog ini, ia justru memilih sebuah tulisan yang.. saya benar-benar tidak terpikirkan akan dipilih olehnya. Yang ternyata, menurutnya – ia menggunakan istilah – inspiratif.
Lalu ketika ia menyatakan hal itu, sebuah pertanyaan besar pun muncul dalam diri saya.
Masa iya, sih?
Saya sempat ragu dengan tulisan yang dipilihnya, apakah memang sesuai dengan tema ataupun target market majalah itu sendiri. Saya bahkan menawarkan tulisan lain yang – menurut saya – lebih sesuai untuk perempuan kuliahan, sebagaimana majalah itu ditujukan. Tetapi tidak, ia tetap memilih tulisan yang satu itu.
Dan yah.. saya sendiri meragukan bahwa tulisan yang satu itu memang inspiratif. Seperti katanya.
Buat saya, tulisan itu biasa saja. Memang sih, di sana dikemukakan suatu peristiwa yang memprihatinkan, bukan saja bagi saya, tetapi saya yakin juga memprihatinkan setiap orang yang mengetahui peristiwa itu. Bukan sekedar deskripsi peristiwanya, tetapi saya juga mengutarakan perasaan yang menyertainya.
Sedih, iba, kesal pada diri sendiri karena tidak berdaya, tetapi di sisi lain juga muncul pengharapan yang menggunung sebagai akibat dari peristiwa yang sama.
Saya hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan saya.
Sehingga buat saya, tulisan itu memang.. ya itu tadi, biasa saja.
Tetapi ternyata bagi orang lain, bermakna lebih dari sekedar ‘bukan apa-apa’.
Menyadarkan saya bahwa berbuat sesuatu yang baik bagi orang lain ternyata tidak sulit. Bahkan kadang tanpa disadari, perbuatan itu sudah terjadi begitu saja.
Dan kita baru benar-benar sadar sepenuhnya bahwa kita sungguh telah melakukan sesuatu yang dirasakan luar biasa oleh orang lain ketika ia (atau bahkan mereka) mengutarakannya secara langsung kepada kita.
Lalu menjadi semacam candu untuk mengulangi lagi apa yang sebelumnya telah diperbuat. Melakukan hal-hal lain yang bermakna bagi orang lain.
Setidaknya itulah yang saya rasakan. Sampai saat ini, entah sejak kapan persisnya.
Karena pada akhirnya saya menyadari bahwa berbuat baik memang tidak pernah terlalu sulit.

PS.
`tulisan Ini Tentang Kita (Juga) yang pernah saya munculkan di blog ini, bisa ditemukan juga di Majalah SPICE! edisi Desember 2009 yang sudah beredar mulai ngg.. kemarin mungkin ya.. *ada foto saya juga lhooo.. hihihi*
`terima kasih untuk Sandy Daniel, kontributor majalah SPICE! karena sudah ‘menyadarkan’ saya bahwa apa yang telah saya perbuat ternyata bermakna bagi orang lain – tanpa saya duga sebelumnya




19 Responses
memang selalu inspiratif kok mba..
terkadang menyentil bahkan menohok (in a good way), tapi di saat bersamaan juga sangat menyenangkan membaca tulisan-tulisan mbakyu
keep up the good job!
and, CONGRATS!!
Foto di majalah kok gak pake foto yang sekarang ya?
*lirik sidebar*
BTW, majalah Spice itu tentang apa? Target marketnya siapa? Kaya’nya belum pernah liat majalah itu di dusunku ini soalnya…
fotonya kok gak pake foto saya ya..?
*….
tulisan2mu itu
semuanya inspiratif kok,
dan wajar kalo masuk kemana-mana
pilihan kata2nya detil
dan dibukukan pun smua tulisan ini,
saya pasti beli
dan senangnyaaa, bisa kenalan sama seleb
weleh2, mbak dosen makin terkenal saja
MANTAP!!!
wuih…diliput media terus neh…mantab…
selamat, kamu kayaknya pantes bikin majalah sendiri deh Ta karna banyak tulisanmu yg bagus
suka merendah nihhhhh
wah congrats ya tha! tulisan yang itu mnrt gue bagus kok.. yg tentang gempa kan kl ga salah. bagus kok itu.. makan2 kpn utk ngerayainnya nih?
congratz ya jeng…it’s mean, apa yang kita sangka biasa saja…bisa jadi meaningfull buat orang lain
iiih hebaaat.. semakin banyak saajaaa majalaah yang ingin menampilkan tulisanmu mbaa.. semogaaa taun depan semakin banyaak lagi yaaaa
hmmm… menarik juga. memang “duduk bersila” menyiratkan bejibun makna dan manfaat yg mulanya bagi kita maybe biasa-biasa saja tapi bukan mustahil dirasakan “luar biasa” bagi orang-orang sekitar maupun para sedulur nun jauh di sana….
mbakDos: sesuatu yang bisa dilakukan oleh siapa aja lho sebenernya
mbaaa, tulisannya memang bagus kok, teman di kantorku juga bilang baguss. harusnya aku yang terimakasih tulisan mba mauu diliput.
aku juga mau dong belajar banyak nulis kayak gitu
thanks yaa skali lagii.
gmn sen? oke kan narasumber nya? haha..
hahaha bangeet. jadi si kriwil ituu elo mar? hahaha
pertama kenal udah langsung senyam senyum liat tulisan mbak…pantes ditampilin kok..ayo nulis lg..yg enak yg baca..*palagi smbil nyruuuput kopi*
iya sih mbak, tulisan-tulisannya kan enak di baca dan ringan,.pokoknya jempol deh