1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Memilih Berita – updated!

Berbagai pemberitaan yang cukup mengejutkan – sebutlah demikian – mewarnai aktivitas saya sepanjang hari ini.

Dimulai di pagi hari. Ketika mendengar di sebuah stasiun radio mengenai perubahan peraturan lalu lintas berkaitan dengan 3-in-1 (three-in-one). Peraturan yang semula diberlakukan di jalan-jalan protokol mulai pukul 16.30 hingga 19.00 itu diperbaharui dengan adanya perubahan waktu pemberlakuan peraturan. Sejak kemarin, atau entah sejak kapan, 3-in-1 mulai berlaku sejak pukul 16.00 hingga 19.00. Setengah jam lebih cepat.

Saya lupa persisnya, tapi kalau tidak salah ingat, peraturan 3-in-1 diberlakukan mulai pukul 16.30 itu pun sudah pernah mengalami perubahan sebelumnya. Entah lebih cepat atau lebih lambat daripada pemberlakuan sebelumnya. Lalu sekarang, peraturan yang sama kembali mengalami perubahan.

Menariknya, di pemberitaan yang sama, disebutkan juga bahwa beberapa pengguna jalan raya sempat menjadi korban tilang lantaran tidak mengetahui peraturan yang baru tersebut. Pastinya. Mengubah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun dilakukan jelas bukan suatu hal yang bisa dilakukan hanya dalam satu hari. Dan soal memakan korban, yaa.. memang demikian konsekuensinya.

Di antara jeda waktu makan siang dan sempat terhubung kembali ke internet, saya menemukan berita lain yang tak kalah menariknya melalui tweet teman-teman. Bahwa sebuah patung kecil Obama direncanakan akan dibangun di Taman Menteng. Entah apa yang dimaksudkan dengan patung kecil itu, apakah patung yang berukuran kecil atau patung Obama semasa ia masih kecil.

Yah, seperti yang diketahui oleh (sebagian) penduduk negeri ini, Barrack Obama yang saat ini menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, pernah menghabiskan masa kecilnya selama beberapa tahun di Indonesia. Dan juga mengenyam pendidikan dasar di SD Besuki, yang letaknya hanya sepelemparan kancut dari Taman Menteng – yang semula merupakan Stadion Sepakbola PSSI.

Menjadi masuk akal jika kemudian patung Obama hendak didirikan di tempat yang tak jauh dari tempat semasa kecilnya. Walaupun, saya akui, sebuah pertanyaan sederhana namun sangat mengganggu itu muncul di benak saya, “Perlu ya?!”

Menjelang saat-saat meninggalkan kantor sore tadi, berita menarik terakhir yang saya terima berkaitan dengan rencana diadakannya demonstrasi besar-besaran esok eh.. hari ini dalam rangka ‘menyambut’ Hari Anti Korupsi. Lengkap dengan waktu persisnya demonstrasi akan berlangsung, serta lokasi-lokasi yang akan menjadi pemberhentian para pendemo untuk melakukan aksinya.

Mendengar berita yang terakhir ini, saya sempat panik.

Rencananya pagi ini saya harus bepergian ke kantor klien untuk melakukan presentasi, bersamaan dengan aksi demonstrasi. Saya harus sudah tiba di kantor klien pada pukul sembilan tepat, di mana pada waktu yang sama juga sedang diadakan aksi demonstrasi di wilayah yang sama. Saya juga terpaksa membatalkan rencana untuk bepergian ke beberapa tempat, termasuk membenahi si Beybih yang sudah hampir dua minggu belakangan ini terserang penyakit apalah itu.

Singkatnya, saya tidak ingin terjebak di tengah riuh rendah lalu lintas Jakarta yang akan luar biasa meriahnya itu. Lebih baik segera kembali ke kantor, atau pulang saja.

Lalu setibanya kembali di rumah menjelang tengah malam tadi, sebuah tabloid infotainment entah milik siapa yang tergeletak begitu saja di atas meja makan juga mencuri perhatian saya. Menarik. Di sampulnya terdapat foto Anang dan Krisdayanti. Yah, siapa pula yang tidak segera tahu pembahasan apa yang hendak disajikan mengenai mereka berdua.

Dan saya pun memutuskan untuk tidak menyalakan televisi sama sekali. Setidaknya untuk malam ini.

Berita-berita yang sejak pagi disimak tadi rupanya cukup membuat saya lelah.

Tidak sampai menguras emosi, tapi ya.. memang memunculkan reaksi berkaitan dengan afeksi ketika saya mengetahuinya.

Timbul perasaan kesal sesaat setelah mengetahui berubahnya (lagi) peraturan lalu lintas mengenai 3-in-1. Entah kesal karena peraturan yang harus berubah lagi, entah karena saya sendiri merasa panik atau tidak terbiasa, entah karena.. ah, entahlah karena apa.

Bukan kesal memang, tetapi afeksi yang bukan bernada positif pun muncul saat mengetahui rencana mengenai pembangunan patung Obama. Tiba-tiba bermunculan berbagai pertanyaan tak terjawab, khususnya mengenai seberapa penting patung itu dibangun.

Juga mengenai aksi demonstrasi itu. Yah, saya juga lelah harus memikirkan rute perjalanan yang harus dilalui agar tidak terhimpit di tengah keriaan para demonstran. Dan akhirnya, yang tersisa adalah perasaan kesal.

Soal Anang dan Krisdayanti.. ya sudahlah.

Padahal, jika hendak ditelusuri lagi tentang hal-hal yang terjadi selama satu hari ini, saya yakin dengan amat sangat bahwa berita yang saya terima bukan saja keempat berita itu. Masih sangat banyak berita lain yang diterima oleh pengindera saya, melalui televisi, radio, surat kabar, atau situs-situs penyedia berita terkini.

Sangat banyak berita lain yang sebenarnya dapat memunculkan afeksi yang lebih positif setelah membacanya.

Konser Firehouse di Jakarta, misalnya.

Yang semula direncanakan akan diadakan bulan November lalu di Hard Rock Cafe ternyata diundur menjadi bulan Januari di Tenis Indoor Senayan. Artinya, mereka akan sungguh mengadakan konser dan bukan sekedar pertunjukan musik ‘seadanya’. Dan mungkin juga perubahan tempat konser ke tempat yang jauh lebih besar dan memiliki kapasitas untuk menampung lebih banyak orang menandakan peminat konser tersebut yang jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Lalu lainnya..?

Hhh.. saya belum berhasil menemukan berita lain yang menyenangkan untuk didengar. Hari ini saja, setidaknya.

Yang ada, justru pemberitaan lebih lanjut mengenai Presiden SBY terkait dengan Hari Anti Korupsi maupun dengan rencana aksi demonstrasi esok hari. Atau kebakaran yang menghanguskan logo sebuah pusat keramaian di wilayah Jakarta Selatan. Juga berita ini, berita itu, yang ketika dibaca.. hanya akan membuat saya menghela napas, menggumam, mengeluh, dan pada akhirnya menyisakan perasaan yang tidak menyenangkan.

Lantas, dari sekian banyak peristiwa yang terjadi di hari ini, mengapa hanya berita-berita tak menyenangkan itu saja yang diterima oleh saya? Ke mana berita lainnya?

Atau.. memang hanya berita sejenis itulah yang akhirnya mendapatkan perhatian saya? Berita yang, di satu sisi memang menarik, fenomenal, kontroversial, dan menstimulasi keingintahuan saya, tetapi di sisi lain ternyata juga melelahkan ketika membacanya.

Atau.. disadari atau tidak, jangan-jangan memang pemberitaan semacam itu yang sesungguhnya ingin saya ketahui?

Toh mungkin kalau mau dihitung dan dibandingkan, jumlah pemberitaan yang tidak menyenangkan dan yang menyenangkan, akan sama saja. Sebanding. Tapi tetap saja yang terbaca dan teringat justru berita-berita yang sebenarnya tidak menyenangkan.

Karena pada dasarnya kita eh.. saya memang hanya membaca apa yang ingin dibaca, mendengar apa yang ingin didengar, mengetahui apa yang ingin diketahui.

 

 

updated! – Dec 10, 2009

Masih membutuhkan berita yang lebih menyenangkan?

Silakan saja membaca majalah tiga bulanan bernama STILL LOVING YOUTH. Majalah yang berinduk sama dengan sebuah label pakaian bernama UNKL 347 dan berbasis di kota kembang Bandung itu sama sekali bukan majalah biasa layaknya yang sering kita eh.. saya temukan di lapak-lapak penjual majalah dan surat-surat kabar. Bentuknya memang buku dengan dicekrek di bagian tengah halamannya, tetapi saya yakin betul kalau isinya sama sekali tidak sama dengan majalah pada umumnya.

Majalah indie, mungkin. Namun keberhasilan mereka mengikuti Singapore Design Festival di akhir November lalu kelihatannya cukup membuktikan bahwa mereka bukannya ‘bukan siapa-siapa’ *congrats, guys!*

Ah, ya..

Dan di edisi #03/Vol.02 yang bertemakan Indonesian Internet Society Tendencies itu, bisa ditemukan juga tulisan bikinan saya yang pernah dipublikasikan di dudukBERSILA berjudul Oppie yang Alay lho *hihihi*

Jelas tak ketinggalan juga nama-nama besar Indonesian Internet Society seperti Paman Tyo, Ndoro Kakung, Pakdhe Mbilung, Mas Iman, Tika Banget, Simbok Venus, dan sebagainya-dan sebagainya, bisa ditemukan di edisi yang sama. ya mestinya memang ada mereka dong, ah! *hahaha*

Ini berita yang menyenangkan?

Pasti!

`special thanks to Dimas Ario, editor STILL LOVING YOUTH. Thank you!

13 Responses

on December 9th, 2009 at 12:56 am Ella Says:

gw jg sering bgt cape denger berita…. kadang ya udh ga usah diteliti lebih lanjut kl dah cape … misalnya ga baca koran dll… tp kadang adaaa aja keinginan utk mencari info lebih ttg hal2 ttt… so, give ur time to relax i f u need too… ;-)

mbakDos: hahaha nah ya itu dia dilemanya la.. sok sebel sama berita-berita yang nggak enak, tapi kok ya tetep aja pengen tau :D

on December 9th, 2009 at 1:03 am arham blogpreneur Says:

Ya, mungkin memang demikian… namun soal Obama … lagi lagi demikian. Memang penting yah.. pamer patung. apalagi tanggalnya disamain dengan tanggal 9 ituh

mbakDos: hehehe nggak mau nambahin komen lanjutan ah :D

on December 9th, 2009 at 1:48 am SILUMAN Says:

waw… posting yang sangat keren!

mbakDos: hehehe makasih yaa :D

on December 9th, 2009 at 2:19 am christin Says:

tambah lagi mbak. isu pocong.

*sigh*

mbakDos: pocong kentang aja di Kentang Radio, bi! kalo yang satu itu bukan isu! :mrgreen:

on December 9th, 2009 at 8:33 am dilla Says:

bad news is a good news *sigh*
mungkin berita2 yang ‘gak bagus’ itu membuat kita makin aware, jadi lebih banyak dipilih untuk dilihat…
asmbuh ding :P

mbakDos: aware atau malah curigaan dil? :mrgreen:

on December 9th, 2009 at 8:49 am goop Says:

di antara berita negatif dan positif mana yang lebih banyak tersaji?
katanya tiga banding satu, ya? :)
tapiii barangkali yang ini lebih benar

Membaca apa yang ingin dibaca, mendengar apa yang ingin didengar, mengetahui apa yang ingin diketahui.

oya, mengenai berita yang terfilter karena milis yang kita ikuti, pun jejaring sosial di mana kita bergabung, katanya ikut pula memengaruhi berita macam apa yang kita terima
salam

mbakDos: eehhh ada paman goop di sini *jadi maluuu* :mrgreen: ah ya.. soal berita itu, ya gitu lah.. memang kitanya sendiri milih apa yang mau dibaca kok, dan yang dipilih – sadar atau nggak – ya berita-berita yang sebenernya negatif kali ya ;-)

on December 9th, 2009 at 1:01 pm resya Says:

berita positivenya jarang kita denger… ya ga mba dos, saya atau teman-temanyang lainnya…sejak bangun pagi sampai mau tidur lagi isi berita di internet, tv dan koran, hampir semua cenderung negative…mungkin bisa dibilang beritanya ga lepas dari lingkungannya, media massanya dan kebutuhan pelahap beritanya sendiri… salah satu temen dari tempo bilang ‘berita yang positive ga terlalu komersil di Indonesia…. peffff

mbakDos: berita positifnya jarang kita denger.. bisa jadi sih.. tapi bukan berarti berita positif itu nggak ada kali yaa.. justru kitanya sendiri yang milih untuk dengerin berita yang nggak positif ;-)

on December 9th, 2009 at 1:18 pm warm Says:

berita menarik hari ini adalah, SBY liburan ke Bali,
letih liat istananya sendiri :D

dan,
ya berita bagus hari ini adalah.
agatha update blog ini..
such a nice news :)

mbakDos: hahaha saya update blog itu bagus ya?! :mrgreen:

on December 9th, 2009 at 11:43 pm hedi Says:

aku sudah lama ga ngikuti kedalaman berita, cuma di permukaan aja. satu-dua berita penting sih masih dibaca, tapi mayoritas cuma judul atau paragraf pembuka aja.

Males, perkembangannya gitu terus. :D

mbakDos: berarti berita-berita yang judulnya panjang dan sudah cukup mengungkapkan isinya kaya’ yang di surat kabar yang itu pasti kegemaranmu ya kang?! :mrgreen:

on December 10th, 2009 at 10:55 pm gabysarah Says:

Masih pada ingat “Dunia Dalam Berita” nggak?
Dulu seingatku pas masih kecil ada waktu tertentu di mana semua stasiun TV serentak menayangkan tayangan berita ini.
Pas zaman Soeharto dulu itu lho..
Isi beritanya kan banyakan bagusnya, jarang berita buruk. Misalnya liputan upacara atau kunjungan presiden, penghargaan, dsb..
Masa-masa “Indonesia adem damai tentram” tuh =P

mbakDos: iya deh gab, kalo lagi begini suka rindu dengan masa-masa “tentram” itu :)

on December 15th, 2009 at 8:28 am Dunia Sapi Says:

Mungkin itu sebabnya, majalah jadul semacam “Intisari” tetap eksis sampai hari ini. Intisari memang cuma memuat berita-berita yang ringan dan enak dibaca. (Bukan iklan loh mbak….)

mbakDos: dan punya penggemar setia, seperti dirimu :D

on December 28th, 2009 at 8:57 pm Sita Says:

Wah baru tau klo 3-in-1 dimajuin!hehe.Tnx for infonya ya..
Oiya,,yg peraturan baru ttg ga boleh belok kiri lgsg tu jg bikin byk orang kena tilang tuh…Katanya si emang uda disosialisasikan si..tapi yaa,,,mgkn karna kita cuma baca apa yg pgn dibaca, jadinya malah ga kebaca sosialisasinya ama kebanyakan orang,,hehehe..

Eniwei..salam kenal ya,,nice blog :)

on October 8th, 2010 at 5:13 am berita terkini Says:

Artkelnya keren neh bro.saya sangat terbantu karena memang lagi cari artikel ini, berkunjung balik ke blog ku donk kalau berkenan

Leave a Reply