Foyage for Your Life
Dua minggu tanpa sambungan internet dari si Beybih akhirnya disudahi hari ini. Setelah membawanya ke pusat pembenahan kerusakan, saya kembali bisa menggunakan seluruh aplikasinya seperti semula.
Bagaimana kisah duka perjalanan si Beybih selama dua minggu itu, tidak perlulah ditanyakan lebih lanjut. Daripada membuka luka lama yang sudah saya tutup rapat-rapat *halah, ini sebenernya lagi ngomongin apa sih??*
Oke, lanjut!
Sebagai efek samping dari pengobatan yang dilakukan, beberapa aplikasi yang sebelumnya ada di dalam si Beybih pun terpaksa dihilangkan. Alhasil saya harus mengunduh dan meng-install ulang aplikasi-aplikasi itu. Untuk aplikasi wajib jejaring sosial seperti Yahoo!Messenger, Windows Live Messenger, GTalk, Facebook, dan TwiXtreme jelas sudah ada di daftar teratas untuk kembali dimasukkan ke dalam si Beybih.
Aplikasi lain adalah situs-situs berita dalam versi mobile yang juga harus diunduh dan install ulang. Juga Documents To Go, yang berisikan tiga aplikasi Microsoft Word, Excel, PowerPoint, serta Adobe Reader untuk digunakan secara mobile, termasuk oleh si Beybih.
Aplikasi (ter-)penting lainnya dan pantang terlupakan, adalah Google Maps.
Lalu, lantaran terpaksa mengulang lagi proses setting sebagaimana ketika si Beybih pertama kali ada di tangan saya, ada beberapa hal yang justru baru saya temukan ada di sana. Salah satunya adalah Blackberry App World yang icon-nya saya temukan di dalam menu bersama icon aplikasi lain. Dari situ pulalah saya menemukan sebuah aplikasi bernama Foyage.
Ya.. ya, saya tahu. Basbang.
Entah sudah berapa lama aplikasi itu muncul dan baru sekarang saya menemukannya.
Foyage merupakan aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk menemukan tempat-tempat yang dicari. Berbeda dari aplikasi peta seperti Google Maps atau Blackberry Maps, Foyage tidak saja menunjukkan nama wilayah atau jalan, tetapi bahkan bisa memberitahukan secara spesifik tempat yang dimaksudkan: SPBU, ATM, rumah makan atau restoran, mal, dan tempat-tempat publik lainnya.
Namun selain itu, sesuai dengan tagline-nya, “Your personal radar,” tempat-tempat publik yang dimaksudkan ini adalah tempat-tempat yang terdekat dengan lokasi di mana kita sedang berada saat itu. Yang artinya, seperti kedua aplikasi peta tadi, Foyage juga memungkinkan kita untuk mengetahui di mana persisnya kita tengah berada dalam sebuah peta.
Jadi ketika sedang berada di sebuah pertigaan di wilayah Kalimalang, Jakarta Timur, misalnya, dengan kondisi kehabisan bensin serta uang tunai, Foyage memungkinkan saya untuk menemukan letak ATM (bahkan sampai nama bank-nya secara spesifik) serta SPBU yang terdekat dengan lokasi saya saat itu. Bukan itu saja, Foyage juga bisa menunjukkan jalan yang harus saya lalui untuk mencapai kedua lokasi tersebut. Untuk yang satu ini, memang dilakukan kerjasama antara Foyage dan Google Maps.
Itu adalah layanan dasarnya.
Untuk layanan tambahan, Foyage juga bisa menjadi ajang membangun jejaring sosial dengan sesama pengguna Foyage – atau yang disebut sebagai Foyager. Jelas, karena untuk bisa menggunakan aplikasi Foyage, memang terlebih dulu diminta untuk mendaftarkan e-mail dan melengkapi profil layaknya di situs-situs jejaring sosial lainnya.
Salah satu kegunaannya adalah bahwa kita bisa mendapatkan ulasan dari sesama Foyager tentang tempat yang kita cari. Misalnya saja, jika sedang berniat mengajak orangtua untuk makan malam di luar tetapi tidak ingin mencari tempat yang terlalu jauh dari rumah, dan melalui Foyager ditemukan beberapa rumah makan terdekat, untuk tiap rumah makan itu bisa ditemukan ulasan yang menarik dari para Foyager. Termasuk kita, sebagai seorang Foyager, juga bisa menambahkan ulasan di sana.
Entah dari rasa makanannya, atmosfer di dalam rumah makan, pelayanannya, lokasinya, atau apapun yang berkaitan dengan lokasi itu. Saya bahkan sempat menemukan sebuah pusat keramaian yang oleh salah seorang Foyager diulas sebagai, “tempatnya asik, pertama kali nge-date sama calon pacar,” atau sejenis itu lah.
Setelah Google Maps, tampaknya Foyage merupakan aplikasi yang sangat berguna buat saya. Bukan.. bukan karena saya sering berkeliling kota bersama si hitam (walaupun memang iya juga), tetapi lebih karena saya cukup sering – atau terlalu sering – tersesat, terutama saat harus mendatangi tempat baru.
Foyage juga pastinya akan sangat berguna untuk mengantisipasi kegemaran saya untuk menghindari sesuatu bernama perencanaan.
Saat tiba-tiba kelaparan, Foyage bisa membantu saya menemukan tempat terdekat untuk membeli makanan. Saat kehabisan uang tunai, Foyage juga bisa membantu menemukan ATM terdekat. Atau saat si hitam kehabisan bensin, dengan bantuan Foyage, saya bisa mendorong si hitam sampai ke SPBU terdekat.
Atau jika saya toh – dengan amat sangat terpaksa – harus membuat sebuah rencana dengan matang untuk bepergian ke suatu tempat, Foyage juga bisa membantu saya. Karena saya bisa mengetahui jalan mana saja yang harus dilalui untuk tiba di tempat tersebut, serta memperkirakan kepadatan lalu lintas yang akan saya temui pada waktu-waktu tertentu.
Jelaslah bahwa Foyage dapat mengurangi frekuensi saya dan si hitam untuk tersesat selama perjalanan.
Yang lebih menarik (dan juga membanggakan) adalah bahwa aplikasi ini baru bisa digunakan di dua negara, yaitu Singapore dan Indonesia. Bukan di Amerika sana. Tetapi sayangnya, belum seluruh kota di Indonesia yang dapat menikmati layanannya, karena Foyage baru menjangkau Jakarta, Bandung, Bali, dan Surabaya.
Saya jadi mikir.
Kalau aplikasi sejenis Foyage ini bisa diberlakukan untuk menentukan tujuan hidup, sekaligus jalan mana saja yang harus dilalui, berapa kilometer jaraknya, dan saya bisa memperkirakan waktu tempuh sekaligus mengurangi risiko akan tersesat, apakah saya akan tertarik untuk mengunduhnya lalu menggunakannya juga?
Ah, rasanya tidak.
Karena toh apa serunya hidup ini kalau semua hal sudah bisa diduga, diperkirakan, dan semua jawaban sudah ada di depan mata? Bukankah? ![]()

8 Responses
Padahal kalo buat saya tersesat itu menyenangkan
mbakDos: salaman yuk bi?!
Ooo… jadi Foyage ini nama aplikasi sebuah software tho. hi..hi..hi… saya kirain “apaan”
kok saya malah membayangkan ya, seandainya ada semacam “Clairvoyant Foyage” *hayahhh… ngarang*
yang mana aplikasi ini bisa memberitahu kita spt apa jodoh kita nanti, apa bisnis yg akan sukses buat kita atau kiamat akan terjadi tahun berapa. sehingga kita bisa mempersiapkan diri atas apa yg akan terjadi nanti.
wah…. kalo saya memang benar2 mengharapkan piranti semacam ini, sepertinya ini menandakan saya orang yang takut akan ketidakpastian. ha..ha..ha….
mbakDos: kalo gitu, aplikasi yang mungkin lebih pas buat suhu yo adalah Google Map, bukan Foyager. Google Map kan memungkinkan kita untuk ngerencanain dulu jalannya sebelum sempet nyasar, lha kalo Foyage mah kitanya udah keburu nyasar baru nyari bantuan hehehe.. hidupnya gitu juga kali ya, suhu yo?!
aplikasi ini mbakDos banget….
mendapatkan ‘bantuan’ di saat membutuhkan (bukan merencanakan ‘bantuan’ sebelumnya)..
LOL
mbakDos: bantuan itu mestinya diberikan pada orang yang membutuhkan. lha kalo belum kesasar, ya belum butuh bantuan, bukankah?!
tambahan
foyager = Voyager = mbakDos?
mbakDos: heehh!! Foyager, bukan Voyager!
saya sudah pake… horeee…. walau ndak membantu banget juga sih, scara kita nyupir sendiri bukan… tapi kali buat baru pertama kali pergi ke sesuatu tempat, lumayan banget…
mbakDos: pengennya sih disupirin, dit. eh, lho?!
wah jadi review software …
mbakDos: nggak semuanya tentang software kok
ya sudah,
mari kita menyesatkan diri..
*dan tulisan ini makin memperkuat motivasi saya menuju alam kesesatan di tahun mendatang
makasih.. makasihh
*menjura-jura*
mbakDos: kalo nggak kesasar, mungkin kita nggak akan pernah tau enaknya bisa ketemu jalan yang bener
Mudah2an ngga berkembang jadi semacam alat pemantau keberadaaan kita….***harapan para penganut aliran sesat***
wakakak,,,,,,,
mbakDos: hahaha nggak doonnggg aaahhh