<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Membunuhi Diri Sendiri</title>
	<atom:link href="http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 17:29:55 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: littlebitofachie</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-9104</link>
		<dc:creator>littlebitofachie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 08:49:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-9104</guid>
		<description>salam kenal mba dos, baca tulisan nya mengingatkan saya waktu nonton film Virgin Suicides, udah nonton filmnya mba dos?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal mba dos, baca tulisan nya mengingatkan saya waktu nonton film Virgin Suicides, udah nonton filmnya mba dos?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dayu</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-8882</link>
		<dc:creator>dayu</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 10:07:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-8882</guid>
		<description>walau hidup sering terasa getir, tapi hidup tanpa masalah ibarat sayur tanpa garam *haiah jayus* ... 

adik saya, termasuk manusia yang tidak pernah susah karena dia tidak mengalami perjuangan orang tua mengais rejeki demi makan anaknya. 
adik saya lahir setelah orang tua kami hidup mapan, dan kami kakak2nya bisa memberinya sesuap nasi yang lebih layak dari nasi yang dulu orang tua kami suapkan pada kami, hehehe ...

adik saya bilang : apa siy arti prihatin ???

sekarang dia menikahi pacarnya yang seorang pramugari, hidup berjauhan dan pisah kota, entah memang nasib atau pilihan dia untuk mengerti arti &quot;prihatin&quot; ... tapi itulah hidup, terlalu indah hanya untuk mengeluh, dan cukup menyenangkan bila kita bisa bersyukur ...

selamat menikmati hidup !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walau hidup sering terasa getir, tapi hidup tanpa masalah ibarat sayur tanpa garam *haiah jayus* &#8230; </p>
<p>adik saya, termasuk manusia yang tidak pernah susah karena dia tidak mengalami perjuangan orang tua mengais rejeki demi makan anaknya.<br />
adik saya lahir setelah orang tua kami hidup mapan, dan kami kakak2nya bisa memberinya sesuap nasi yang lebih layak dari nasi yang dulu orang tua kami suapkan pada kami, hehehe &#8230;</p>
<p>adik saya bilang : apa siy arti prihatin ???</p>
<p>sekarang dia menikahi pacarnya yang seorang pramugari, hidup berjauhan dan pisah kota, entah memang nasib atau pilihan dia untuk mengerti arti &#8220;prihatin&#8221; &#8230; tapi itulah hidup, terlalu indah hanya untuk mengeluh, dan cukup menyenangkan bila kita bisa bersyukur &#8230;</p>
<p>selamat menikmati hidup !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kreshna Iceheart</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-8823</link>
		<dc:creator>Kreshna Iceheart</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 08:54:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-8823</guid>
		<description>Hmmm... Interesting. Ethicists have been debating such thing for years, and there still no general consensus whether each individual has the right to die.
http://en.wikipedia.org/wiki/Right_to_die

I used to be libertarian (although I&#039;m more liberal now, or at least libertarian-socialist), so I tend to support one&#039;s right to die. It&#039;s her/his own life anyway, isn&#039;t it?

Things being said, dropping yourself from the 5th floor is quite a messy --not to mention painful-- way to go. (winces)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm&#8230; Interesting. Ethicists have been debating such thing for years, and there still no general consensus whether each individual has the right to die.<br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Right_to_die" rel="nofollow">http://en.wikipedia.org/wiki/Right_to_die</a></p>
<p>I used to be libertarian (although I&#8217;m more liberal now, or at least libertarian-socialist), so I tend to support one&#8217;s right to die. It&#8217;s her/his own life anyway, isn&#8217;t it?</p>
<p>Things being said, dropping yourself from the 5th floor is quite a messy &#8211;not to mention painful&#8211; way to go. (winces)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: peach</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-8736</link>
		<dc:creator>peach</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 16:20:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-8736</guid>
		<description>iya,saya setuju dg mbakdos,bunuh diri itu pasti karena sudah ada masalah2 yg menumpuk sejak lama,dan akhirny dipicu suatu hal..
Kalo mengancam mengiris pergelangan tangan itu baru cari perhatian,karena biasanya tidak jadi,ato cuma teriris dan sudah kesakitan (malah harus dijahit),dan diiris d bagian itu tidak akan mati..paling tidak matinya lamaa..
Saya tidak akan menertawakan org yg bunuh diri,saya kasihan dan mncoba memandng dari sisi mereka...krn sy dulu juga pernah merasakan &#039;sensasi&#039; itu..mungkin bagi anda yg bisa tertawa/sinis,anda mungkin beruntung lahir di keluarga yg mensuport anda secara mental atau paling tidak punya lingkungan/teman yg tepat..anda tdk pernah merasakan misalnya ratusan hinaan fisik termasuk dari keluarga inti,gemuk,hitam,kribo,bau(shg msuk kamar mndi harus terakhir),diem aja nggak usah ngomong;jangan ngaku adikku-malu2in,jangan kenal temenku-malu2in,pulang aja sana jgn ikut lagi,turun aja naik bis nggak usah bawa mobil(yg4ini dari kakak saya sendiri),dll..sekarang meski sy merasa &#039;sembuh&#039; dan kalo boleh bilang dari itik di lumpur sudah jadi angsa..lukany tetap ada,dan untuk menghindari &#039;sensasi&#039; ini muncul lagi memang harus ada coping stres yg benar,ada kesibukan sebagai pengalih,dan suport..
Saya juga punya teman,anak tunggal,kedua ortu dokter,dia sendiri calon dokter.tiba2 depresi dan histeris krn hal kecil,ternyata setelah dikorek keluarganya tidak akur,ortu cerai dan masing2 menikah lagi,sebenarnya teman saya sekolah di kota lain yg jauh pun krn menghindari keluarga baru ibunya..jadi ternyata anak ini stresnya sdh lama hanya ditutupi dg pembawaan yg selalu ceria..
Saat ini saya bekerja sbg medis,memang cukup banyak kasus &#039;percobaan&#039; bunuh diri,dan sebagai medis memang bisa membedakan mana yg pura2/malingering,cari perhatian,atau yg serius..mmm..dan 2tahun saya bekerja yg saya temui selalu wanita lo...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya,saya setuju dg mbakdos,bunuh diri itu pasti karena sudah ada masalah2 yg menumpuk sejak lama,dan akhirny dipicu suatu hal..<br />
Kalo mengancam mengiris pergelangan tangan itu baru cari perhatian,karena biasanya tidak jadi,ato cuma teriris dan sudah kesakitan (malah harus dijahit),dan diiris d bagian itu tidak akan mati..paling tidak matinya lamaa..<br />
Saya tidak akan menertawakan org yg bunuh diri,saya kasihan dan mncoba memandng dari sisi mereka&#8230;krn sy dulu juga pernah merasakan &#8216;sensasi&#8217; itu..mungkin bagi anda yg bisa tertawa/sinis,anda mungkin beruntung lahir di keluarga yg mensuport anda secara mental atau paling tidak punya lingkungan/teman yg tepat..anda tdk pernah merasakan misalnya ratusan hinaan fisik termasuk dari keluarga inti,gemuk,hitam,kribo,bau(shg msuk kamar mndi harus terakhir),diem aja nggak usah ngomong;jangan ngaku adikku-malu2in,jangan kenal temenku-malu2in,pulang aja sana jgn ikut lagi,turun aja naik bis nggak usah bawa mobil(yg4ini dari kakak saya sendiri),dll..sekarang meski sy merasa &#8216;sembuh&#8217; dan kalo boleh bilang dari itik di lumpur sudah jadi angsa..lukany tetap ada,dan untuk menghindari &#8216;sensasi&#8217; ini muncul lagi memang harus ada coping stres yg benar,ada kesibukan sebagai pengalih,dan suport..<br />
Saya juga punya teman,anak tunggal,kedua ortu dokter,dia sendiri calon dokter.tiba2 depresi dan histeris krn hal kecil,ternyata setelah dikorek keluarganya tidak akur,ortu cerai dan masing2 menikah lagi,sebenarnya teman saya sekolah di kota lain yg jauh pun krn menghindari keluarga baru ibunya..jadi ternyata anak ini stresnya sdh lama hanya ditutupi dg pembawaan yg selalu ceria..<br />
Saat ini saya bekerja sbg medis,memang cukup banyak kasus &#8216;percobaan&#8217; bunuh diri,dan sebagai medis memang bisa membedakan mana yg pura2/malingering,cari perhatian,atau yg serius..mmm..dan 2tahun saya bekerja yg saya temui selalu wanita lo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kei</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-8729</link>
		<dc:creator>Kei</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 03:12:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-8729</guid>
		<description>Hanya termenung, sedih... 
lalu tetes air mata tercipta...
tak terperi rasa bagi mereka yg ditinggalkan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya termenung, sedih&#8230;<br />
lalu tetes air mata tercipta&#8230;<br />
tak terperi rasa bagi mereka yg ditinggalkan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: si kriwil yg udh smoothing</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-8722</link>
		<dc:creator>si kriwil yg udh smoothing</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 17:06:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-8722</guid>
		<description>keiris piso aja udh perih,
kok ya org berani2nya bunuh diri.

Ga sopan!!!
Pada ga ngerti apa ya,
banyak org yang setengah mati (dalam arti yg sesungguhnya) berjuang di ICU ato ICCU, dgn alat penyambung hidup...
biar bisa melanjutkan hidup

eh ini dikasi hidup malah begitu...
makanya jgn kebanyakan dengerin lagu2 emo...
ga baik itu...biasanya abg2 tuh suka sama band emo yg liriknya
&quot;I&#039;d rather DIE than to see you with him&quot;
...
dan kemudian ditafsirkan secara harafiah

eh jgn ktawa!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keiris piso aja udh perih,<br />
kok ya org berani2nya bunuh diri.</p>
<p>Ga sopan!!!<br />
Pada ga ngerti apa ya,<br />
banyak org yang setengah mati (dalam arti yg sesungguhnya) berjuang di ICU ato ICCU, dgn alat penyambung hidup&#8230;<br />
biar bisa melanjutkan hidup</p>
<p>eh ini dikasi hidup malah begitu&#8230;<br />
makanya jgn kebanyakan dengerin lagu2 emo&#8230;<br />
ga baik itu&#8230;biasanya abg2 tuh suka sama band emo yg liriknya<br />
&#8220;I&#8217;d rather DIE than to see you with him&#8221;<br />
&#8230;<br />
dan kemudian ditafsirkan secara harafiah</p>
<p>eh jgn ktawa!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Taufik</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-8721</link>
		<dc:creator>Taufik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 14:11:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-8721</guid>
		<description>bunuh diri sih silakan aja.
tapi jangan bikin susah orang lain..

#klompencapir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bunuh diri sih silakan aja.<br />
tapi jangan bikin susah orang lain..</p>
<p>#klompencapir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KiMi</title>
		<link>http://dudukbersila.com/2009/12/22/membunuhi-diri-sendiri/comment-page-1/#comment-8718</link>
		<dc:creator>KiMi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 08:14:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dudukbersila.com/?p=556#comment-8718</guid>
		<description>Kalau tidak salah, aku pernah baca di salah satu buku yang menyatakan bahwa pelaku bunuh diri pada pria lebih besar dibandingkan wanita. Kalau suicidal thoughtnya sih mungkin lebih besar pada wanita *kalo tidak salah ingat*, namun pelakunya lebih besar pria.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau tidak salah, aku pernah baca di salah satu buku yang menyatakan bahwa pelaku bunuh diri pada pria lebih besar dibandingkan wanita. Kalau suicidal thoughtnya sih mungkin lebih besar pada wanita *kalo tidak salah ingat*, namun pelakunya lebih besar pria.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
