1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

The Thing Santa Gave Me This Year

Seorang anak laki-laki melangkah pelan menyusuri jalan menuju rumahnya. Ia mengenakan topi rajutan, syal yang melingkari lehernya, jaket tebal membungkus tubuhnya sekaligus melapisi entah berapa lembar pakaian di dalamnya, sepatu boot, serta sarung tangan. Memastikan bahwa salju yang turun tidak akan membekukan dirinya.

Hari sudah malam, langit sudah gelap dan menghitam. Di antara butiran salju, terlihat olehnya kedipan bintang-bintang saling bersahutan satu sama lain. Jalanan itu sudah lengang.

Lampu warna-warni yang menyala-nyala bergantian menjelaskan semuanya. Cukup memberikan jawaban ke mana sesungguhnya semua orang pergi. Tak lain, ke rumah mereka masing-masing.

Melintasi sebuah rumah di antaranya, dari luar jendela dilihatnya sekumpulan orang di dalamnya tengah duduk di ruang makan.. atau ruang tengah, mungkin. Dua orang lanjut usia dengan rambut yang memutih, beberapa lagi yang usianya lebih muda, juga anak-anak kecil seusia si anak laki-laki tadi, semua berkumpul di ruangan yang sama. Mereka menyanyikan sebuah lagu diiringi permainan piano yang sangat indah. Saling menimpali satu sama lain, kemudian tertawa-tawa dan berpelukan.

Si anak laki-laki menyaksikan pemandangan itu seraya tersenyum.

Sebuah adegan yang hingga sekarang bukan saja masih saya ingat persis bahkan setelah hampir dua puluh tahun saat pertama kali menyaksikannya, tetapi juga selalu memunculkan perasaan yang entah apa namanya ini setiap kali saya menyaksikannya kembali.

Dada saya terasa sejuk, seperti bara api yang diredamkan oleh air yang baru saja dilelehkan dari es yang membeku. Tapi di saat yang sama juga terasa hangat, mengingatkan saya pada gumpalan selimut tebal yang melingkari seluruh tubuh di tengah malam.

Ada buncahan perasaan gembira yang membuat saya ingin selalu tersenyum, namun juga di saat yang sama justru membuat mata saya mulai menggenang. Bukan.. bukan sedih. Tidak ada kesedihan yang dimunculkan di situ, sedikit pun.

Hanya saja ketika menyaksikan adegan film itu, tiba-tiba saya bisa merasakan bahwa saya memiliki suatu hal yang sangat luar biasa dalam hidup ini: keluarga.

Keluarga yang selalu bisa saya temui setiap malam saya menginjakkan kaki masuk ke dalam rumah, setelah sepanjang hari menghabiskan waktu di kantor dan tempat-tempat lain yang menyita seluruh kesibukan saya.

Keluarga yang tiba-tiba saja bisa muncul menghampiri bahkan di kala saya hanya sedang memikirkan mereka.

Keluarga tempat saya bisa bertengkar hebat, saling mendiamkan satu sama lain, lalu hanya dalam waktu beberapa saat, akan kembali berdamai, tertawa-tawa, dan menemukan hal lain untuk ditertawakan bersama-sama. Yah, dan melupakan pertengkaran yang ternyata tidak perlu itu.

Keluarga di mana tidak pernah membuat saya khawatir untuk menampilkan diri sebagaimana adanya: perihal saya malas mandi, lebih suka bangun siang, penjajah makanan di dapur, yah.. apapun itu, toh mereka selalu menerima saya dengan tangan terbuka.

Sebuah keluarga, yang pada akhirnya membuat saya tidak peduli akan betapa lelahnya saya harus menempuh perjalanan mudik di hari Natal nanti dan dua hari kemudian akan kembali lagi ke Jakarta lantaran harus mengantor. Yang membuat saya memperjuangkan dua hari itu untuk bisa berkumpul bersama mereka.

Setelah entah kapan terakhir kalinya saya, ayah dan ibu, keempat orang kakak saya dan keluarga mereka, serta si Kriwil, bisa berkumpul dengan lengkap.

Dan saya – rasanya – tidak punya permintaan lain lagi yang hendak disampaikan kepada Santa. Karena apa yang semula hendak saya minta, ternyata sudah lebih dulu dikabulkan.

That I want to be with my family this Christmas.

 

Have a wonderful Christmas, everyone!

 

9 Responses

on December 24th, 2009 at 5:15 pm Dimas Ario Says:

Selamat natal, mba Dos. Selamat mudik juga.

Ini ada sedikit hadiah natal dari saya. Semoga bisa menemani perjalanan mudiknya. :D

http://thepopism.multiply.com/journal/item/196/All_I_Want_For_Christmas_is_...

on December 24th, 2009 at 6:24 pm weirdaft Says:

selamat natal mbak Dos :D

on December 24th, 2009 at 6:25 pm sisil Says:

mudik yuk…

on December 26th, 2009 at 9:08 am Nda Says:

wah, selamat mudik mbakDos, jangan lupa oleh2 nya :D

on December 26th, 2009 at 11:03 am Mbilung Says:

Selamat Natal Tha…

on December 27th, 2009 at 1:35 am didut Says:

ikut merayakan juga ya mbak :) Have a nice christmast & holiday then :)

on December 27th, 2009 at 10:21 pm Alfaro Lamablawa Says:

SELAMAT NATAL…hehehe
oh iya, saya penasaran dengan foto profilnya…benaran kah? hehehe

on December 28th, 2009 at 2:41 pm venus Says:

selamat natal, mbakdos. selamat taun baru juga :)

on December 29th, 2009 at 10:39 am elia|bintang Says:

gue natalan kemarin makan sirloin steak! udah lama banget gue pengen.. akhirnya kesampean juga.

merry christmas and happy new year agatha! :cool:

Leave a Reply