1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Permen Isi: Sikap yang Beralasan

Saya tidak akan menambah daftar hasil pada mesin pencarian semacam Google, Bing, atau bahkan Yahoo!Search atas kata kunci ‘RPM Konten’. Saya juga tidak bermaksud menambah panjang daftar artikel yang menyuarakan sikap terhadap rencana peluncuran ‘Peratuan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Konten Multimedia’.

Sudah cukup lah rasanya itu semua bisa ditemukan melalui tulisan Paman Tyo, Rampok, dan entahlah berapa banyak artikel lagi dengan pengungkapan yang beragam. Bahkan Bang Enda juga sudah membuat Facebook Group-nya. Semua memiliki tujuan yang sama: menolak peraturan itu untuk diresmikan.

Jika ada yang bertanya pada saya, jawaban saya serupa.

Saya juga menolak.

Tidak perlulah saya kemukakan alasannya di sini. Bisa-bisa lebih panjang daripada peraturan itu sendiri.

Penolakan ini memang baru bisa saya kemukakan mulai saat ini, setelah saya membaca keseluruhan peraturan itu. Enam bab dan 32 pasal. Ah ya, memang harus dibaca beberapa kali pula sampai saya sungguh memahami makna dari tiap pasal peraturan tersebut.

Memang baru sekarang.

Karena baru sekarang saya tahu apa sebenarnya objek dari penolakan yang sudah sejak kemarin digembar-gemborkan melalui Twitter.

Mungkin memang saya yang terlambat mengetahuinya. Mungkin saya yang terbelakang membaca peraturan itu.

Namun saya sungguh berharap bahwa setiap penolakan yang disuarakan terhadap peraturan itu memang secara sadar didasari oleh pengetahuan tentang peraturannya sendiri. Singkatnya, penolakan itu disuarakan setelah memang membaca sendiri peraturannya.

Bukan sekedar meramaikan Twitter, sekedar mengangkat hashtag #tolakrpmkonten agar menjadi trending topic, bukan juga sekedar menunjukkan dukungan kepada tokoh idola – sebut saja Ndoro Kakung atau Paman Tyo – yang secara terang-terangan menyatakan penolakan mereka. Dan juga bukan hanya ingin memenuhi jumlah anggota di Facebook Group ‘SOS Internet Indonesia’ itu.

Dan saya, ah ya.. setelah membaca keseluruhan peraturannya, ada satu pertanyaan yang mengganjal berkaitan dengan ketiga hal ini:



Pertanyaannya adalah: Kalau saya sebagai pengguna merasa dirugikan dengan keberadaan RPM Konten ini – yang notabene memang sudah disediakan oleh Politikana sebagai pihak penyelenggara, ke mana harus melapor ya?!

 

 

PS.
`Gambar permen dibikin oleh Paman Tyo – yang saya pinjam belum dengan ijin *sungkem*
`Pastikan bahwa Anda memang SUDAH membaca keseluruhan isi RPM Konten di sini sebelum menyatakan sikap setuju atau tidak

11 Responses

on February 13th, 2010 at 10:14 pm oglek Says:

permen ini tidak masuk akal, bisa-bisa negara kita kembali ke jaman orba, ini dikit dilarang, itu dikit dilarang

on February 13th, 2010 at 10:35 pm Oom Yahya Says:

Yach, mau gimana lagi …

on February 14th, 2010 at 1:42 am ocha Says:

aku suka permen, tapi ndak mau permen yang ini…mbak, kalo mau ngopy gambar harus ijin ke paman tyo dulu yha? :( (

on February 14th, 2010 at 4:02 am venus Says:

aaaah malesin banget ini permennya. sebel.

on February 14th, 2010 at 4:30 pm bukan detikcom Says:

Apa iya kita tuh dianggap sebegitu bodoh dan ndableknya yah sampai harus dikasih aturan yang saklek begitu?

on February 15th, 2010 at 1:25 am Mbilung Says:

Sudah selesai membacanya, berkali-kali pula … pening awak

on February 15th, 2010 at 10:10 am warm Says:

uraian di atas sudah cukup untuk membuat saya berfikir tentang keanehan sebuah bentuk benda absurd bernama ‘peraturan’
:(

on February 15th, 2010 at 12:21 pm silly Says:

trus nasib blog kita piye jeung???… *sebel ahhh

on February 16th, 2010 at 8:42 am Gubs Says:

kebablasan bin keblinger..

*cengar-cengir sendiri baca pasal 7.a sambil bayangin sehambar apa nanti konten yg ‘lolos’ plus berapa banyak lagi orang yg kena ‘getahnya’..

on February 27th, 2010 at 7:49 am danieldonk Says:

baca dari konsideran yang diliatin di atas, kayanya ini sama aja dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan yah?!

*maap mbak, saya males baca peraturannya… bahasa hukum tu selalu mbulet. :(

on April 19th, 2010 at 3:35 pm udit Says:

aq suka permen .. tapi klo permen yang ky gni c ga mau, klo dikasi 10 biji jg…heu

Leave a Reply