1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Tujuh Ribu: Harga Pertahanan Diri

Masih jam dua-belas kurang lima-belas menit. Tetapi saya sudah tiba di pusat perbelanjaan samping kampus, sementara waktu pertemuan baru akan dilangsungkan lebih dari satu jam lagi. Perjalanan dari kampus di kawasan Pluit ke kampus di Semanggi ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama.

Lalu saya kehabisan ide tentang apa yang harus saya lakukan sementara menunggu.

Makan, jelas. Saya belum makan siang. Trus..?

Saya tidak ingin masuk ke dalam kafe, memesan kopi, membuka si Gufi – apel merah saya itu, lalu hanya dalam beberapa saat kemudian sudah harus beranjak lagi. Alhasil, saya memutuskan untuk berkeliling sejenak di toko buku, setidaknya saya bisa punya bahan bacaan sembari menghabiskan makan siang nantinya.

Melangkahkan kaki melintasi pintu toko buku sambil mengingat-ingat lokasi buku-buku bacaan yang bisa dicari, langkah saya terhenti seketika saat menoleh ke kanan dan melihat rak dengan tulisan di bagian atasnya: Rp 10.000 – Rp 15.000.

Hah? Buku apaan yang harganya segitu?

Jadilah saya tergelitik untuk mencari tahu.

Dan, yah.. jujur. Saya sungguh terkejut menemukan buku-buku apa yang terpajang di rak itu. Bukan buku-buku kacangan yang tidak layak dibaca. Dari dalam negeri, sebutlah buku-buku novel bikinan Mira W. dan Marga T. Dari mancanegara, beberapa karya terjemahan Stephen King, Amy Tan, dan Robert Ludlum lah yang terpampang di sana. Iya, terpampang pada rak buku seharga sepuluh hingga lima-belas ribu.

Saking tidak percayanya, saya raih salah satunya, melihat di bagian belakangnya, dan benar memang nominal itulah yang tertera di stiker barcode harga.

Setelah melihat satu-persatu setiap buku yang ada di rak itu, membaca tulisan di sampul belakangnya, pilihan saya jatuh pada sebuah buku dengan sampul berwarna merah terang. Di sampul depan itu terdapat gambar tampak depan seorang perempuan sampai sebatas dada. Pada bagian wajahnya tertulis judul bukunya.

Buku ini dibuat dalam Bahasa Inggris dengan judul asli Dragonslippers: This is What an Abusive Relationship Looks Like yang kemudian diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Buku berisikan 260 halaman ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada bulan Februari 2006.

Sebagaimana yang tertulis di judulnya, buku ini menceritakan tentang KDRT yang memang dialami sendiri oleh si penulisnya, Rosalind B. Penfold.

Rosalind semula adalah seorang perempuan yang sangat sukses dengan kerajaan bisnis yang dibangunnya. Sebagai seorang pemilik perusahaan, bisa dipastikan bahwa ia memang seorang perempuan yang sangat pandai. Di tengah kecemerlangan hidupnya, ia mulai terlibat hubungan cinta dengan Brian, duda dengan empat orang anak.

Hubungan mereka indah. Sangat indah, awalnya.

Tetapi berubah menjadi neraka seiring berjalannya waktu, bahkan sebelum Rosalind resmi menjadi istri Brian.

Mulai dari penghinaan secara verbal, cercaan dan celaan, teriakan, baik yang secara langsung diutarakan Brian kepadanya, maupun yang dilontarkan ketika mereka berdua sedang berada di antara orang lain. Belum lagi terhitung kekerasan fisik berupa pukulan, tamparan, dorongan, atau tendangan.

Yah, dan yang paling parah.. adalah penyiksaan emosional.

Hubungan itu dijalani Rosalind selama sepuluh tahun *GILAK! SEPULUH TAHUN!* sebelum akhirnya perjuangannya untuk terbebas dari sana bisa membuahkan hasil.

Topik yang berat, sangat berat. Dan juga menguras emosi mereka yang membacanya.

Tapi menariknya, buku ini dibuat dalam bentuk komik. Atau seperti istilah penulisnya: sebuah graphic memoir.

Kita tidak akan menemukan baris-baris tulisan sebagaimana novel atau buku-buku sejenis, tetapi kita akan melihat gambar-gambar buatan tangan layaknya komik pada tiap halamannya.

Walaupun toh tidak mengurangi efek emosional ketika membacanya.

Saya jadi tidak habis pikir, buku yang demikian ‘berisi’-nya kok ya bisa dijual dengan harga tujuh-ribu rupiah? IYA, TUJUH-RIBU!

*Bahkan es teh manis di pusat perbelanjaan itu saja masih lebih mahal!*

Buku ini sangat layak dimiliki. Membacanya bisa membuka mata kita tentang sesuatu bernama kekerasan yang sangat mungkin terjadi dalam hubungan yang kita miliki, mengenali tanda-tanda munculnya tindak kekerasan itu, yang mungkin di awal hubungan tidak pernah terpikirkan akan kita alami.

Sudahlah. Silakan saja dicari di toko buku, mungkin kalian bisa seberuntung saya mendapatkannya dengan hanya selembar uang sepuluh-ribuan.

Apalagi kalau mengingat bahwa buku aslinya yang berbahasa Inggris dijual seharga US$11.25.

12 Responses

on March 3rd, 2010 at 8:50 pm didut Says:

wah …. menemukan harta karun rupanya :)

on March 3rd, 2010 at 9:35 pm warm Says:

jadi inget koleksi buku saya yang seharga lima ribu :D

iya kadang aneh juga, ada buku bagus dengan harga menakjubkan segitu,
smoga serig2 saja harganya dibanting2 ya :)

dn, ah masalah KDRT lagi ?
miris :|

on March 3rd, 2010 at 10:14 pm naOmi Says:

buku itu baguuuus.. gue suka cara ceritanya.. ga njelimet.

on March 4th, 2010 at 10:36 am Nda Says:

beli dimana mbakDos? mau doonkkk..

on March 4th, 2010 at 10:43 am budiono Says:

semurah itu kalo gak beli rasanya rugi banget, apalagi kalo udah tau isinya bagus

on March 4th, 2010 at 12:17 pm Ella Says:

tks utk infonya… buku bagus dg harga murah pasti worthed banget… harta karunnnn…. :) )

on March 4th, 2010 at 12:41 pm el afiq Says:

semoga masih bisa dapetin buku murah tapi tetep berkualitas…
*berharap*

on March 6th, 2010 at 10:28 am queen Says:

goshhhhhhh sedih bayangin rosalind

eniwe, beberapa benda luarbiasa memang bisa didapat dengan peruntungan harga yang diluar biasa ya :mrgreen:

on March 8th, 2010 at 11:37 am bukan detikcom Says:

ehmm…boleh tahu nama toko bukunya…pengen juga main ke sana kalo liat harganya yang miring begitu…

on March 10th, 2010 at 12:31 pm sugianto Says:

harga murah sedemikian bisa jadi karena buku tersebut tidak laku dikonsumsi di indon :p

on March 10th, 2010 at 10:37 pm delia Says:

Woow.. kok bisa dapet buku murah gitu…
Ehmm…Apakah minat baca sudah semakin rendah sehingga buku pun banting harga ?? Miris :( ….

Tapi kalo saya dapet buku murah mauuuuuu banget…. :D

Buat mas sugianto .. kok bilangnya Indon sih…bukan Indo ?? ehmmm

on March 14th, 2010 at 9:38 pm TamiiTuiit Says:

Kalau saya sebagai pembeli nemu buku bagus dengan harga miring: SENENG BANGET!!

Tapi iya juga ya kasian penulisnya, dihargain ko cuma 7000, waktu ke kemaren mau beli buku “Bagaimana mempercantik blog anda” yang harganya sampe 40rb kok rasanya males banget ya, ehehehee ternyata menghargai kreativitas orang lain itu perlu.

Mba ntar mampir baca ya ke blog aku, nilai dong udang bagus atau belum tulisannya :)

Leave a Reply