1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Pacaran Sama yang Mana, Ya?!

Pasti bukan hanya saya yang setuju bahwa belakangan ini daya tarik Facebook (kembali) meningkat. Apalagi kalau bukan karena permainan baru bernama The Sims Social.

Buat saya, dan mungkin beberapa teman ‘senasib’, permainan bernama awalan The Sims ini sama sekali bukan permainan baru. Sejak jaman The Sims pertama muncul pada lebih dari satu dekade yang lalu, saya sudah mulai mengenal serinya. Bahkan The Sims bisa disebut satu-satunya permainan dengan menggunakan komputer yang selalu ingin saya mainkan setiap saat komputer dinyalakan.

Sampai akhirnya komputer (baca: desktop PC) kami di rumah jebol karena tidak sanggup lagi menampung keseriusan saya memainkan permainan ini. Hardisk dan memory menjadi korbannya. Sudah sempat diperbaiki, lantas saya masih nekat juga meng-install The Sims ke dalam komputer yang sama, dan hanya dalam hitungan beberapa bulan kemudian, masalah yang sama kembali terjadi. Saya akhirnya harus merelakan kepergian permainan kesayangan saya ini dari komputer kami.

Beberapa minggu belakangan, nama The Sims muncul lagi di hadapan saya, secara bertubi-tubi setiap harinya. Di mana lagi kalau bukan di timeline twitter dan di percakapan sehari-hari dengan teman-teman.

Tidak secara sengaja mencari tahu, tapi dari percakapan dan pengamatan di timeline itulah kemudian bisa disimpulkan bahwa The Sims yang dimaksud ini memang The Sims yang kurang-lebih sama seperti yang dulu pernah saya puja-puja. Hanya saja, kali ini permainannya dimainkan melalui Facebook.

The Sims Social, begitu namanya.

Adalah permainan berbentuk simulasi dari kehidupan yang kita alami sehari-hari. Kalau tidak salah, istilah ‘sim‘ atau ‘sims‘ itu sendiri diambil dari kata ‘simulation‘ atau simulasi. Di permainan ini, kita bisa menciptakan karakter manusia sesuai yang kita inginkan, yang kemudian disebut sebagai ‘sim‘. Kita menentukan hobi si karakter ini, membangun rumahnya, menjalankan interaksinya dengan orang-orang (baca: sims) yang lain, benar-benar layaknya kita menjalani kehidupan kita sehari-hari.

Berbeda dengan The Sims versi permainan komputer, The Sims Social ini memungkinkan kita untuk berinteraksi langsung dengan sims milik teman-teman kita di Facebook. Dengan mereka itulah kita menjalankan kehidupan sosial kita. Pada The Sims Social ini, kita memang hanya bisa menciptakan satu karakter saja, sedangkan karakter lain di permainan itu ya memang karakter milik teman-teman kita. Sedangkan di The Sims versi ‘aselinya’, kita bisa menciptakan beberapa karakter dan menjalankan kehidupan masing-masing karakter itu sendiri-sendiri.

Baik The Sims Social maupun The Sims (saja), kita benar-benar bisa mensimulasikan kehidupan kita dari (hampir) berbagai sisi. Mulai kegiatan rutin untuk bertahan hidup –tidur, makan, dan mandi–, kegiatan domestik di rumah, melakukan kegiatan kesukaan –seperti menonton televisi, mendengarkan dan memainkan musik, duduk di depan komputer– dan juga berinteraksi dengan sims lain.

Yang terakhir itu yang menarik, sebenarnya.

Terusik oleh rasa ingin tahu –seperti biasa, saat memainkan The Sims dulu, saya berniat untuk menguji sejauh apa interaksi dengan sims lain ini bisa dilakukan.

Paham dong, maksudnya?!

Nggak..?

Hhh.. baiklah.

Sebagaimana halnya interaksi dengan orang lain di dunia nyata, demikian pula halnya dengan sims. Interaksi bertingkat mulai dari tidak kenal, sekedar kenal, berteman, bersahabat, berpacaran, lalu dalam budaya barat ada istilah hidup bersama dalam satu rumah (baca: moving in), bertunangan, dan menikah. Bisa hamil dan memiliki anak pula. Sampai anaknya kemudian menikah dan memiliki anak lagi.

Belum cukup mengetahui hal itu, saya agak terkejut juga menemukan bahwa ada hal-hal di luar normatif yang ternyata bisa terjadi antar sims.

Dua yang paling menarik adalah: bahwa satu sim bisa menjalin hubungan percintaan dengan beberapa sims sekaligus –kecuali pernikahan, dan.. bahwa hubungan cinta antar sims ini tidak dibatasi oleh jenis kelamin.

Luar biasa, bukankah? :mrgreen:

Tentu saja saya bisa mengatakan demikian karena saya sudah membuktikannya.

Menariknya –dan kemudian juga mengusik rasa ingin tahu saya– hal-hal ini ‘kan terjadi pada permainan The Sims versi komputer yang pada masanya rajin sekali saya mainkan.

Bagaimana dengan The Sims Social?

Bisa saja sih saya mencoba membuktikannya, seperti yang pernah saya lakukan pada The Sims. Sulitnya, kali ini hubungan interpersonal yang dijalin oleh sim saya dan sims lain itu melibatkan hubungan saya dengan teman-teman si pemilik sims lain. Pastinya tidak semudah pada The Sims jika saya berniat bereksperimen dengan sim saya.

Buat saya, menjadi jauh lebih sulit untuk memainkan The Sims Social, karena kesempatan eksplorasi hubungan dengan sims lain relatif tidak selebar dan sefleksibel The Sims. Hubungan saya dengan teman si pemilik sims lain pastinya menjadi pertimbangan juga.

Apakah si Itu akan baik-baik saja jika sim saya mengajukan permintaan bersahabat dengan sim-nya?

Apakah si Ini tidak akan tersinggung jika sim saya jarang berkunjung ke rumah sim-nya?

Lantas, bagaimana dengan si Anu jika sim saya mencium sim-nya?

Oke, saya sendiri belum mengeksplor sejauh itu. Masih takut dan khawatir, belum berani mengambil risiko jika sampai terjadi apa-apa pada hubungan saya dan teman-teman Facebook, hanya karena tindakan sim saya terhadap sims mereka. ‘Apa-apa’ di sini tidak selalu mengacu pada hal yang negatif lho! Juga pada hal yang~ *ah sudahlah*

Pada akhirnya permainan yang sebenarnya hanya bersifat simulasi, mungkin dampaknya sama sekali tidak sekedar simulasi. Apalagi ini berkaitan dengan hubungan kita (di dunia nyata), bukan dengan sekedar orang lain, tetapi dengan teman-teman kita.

Mungkin juga hubungan dengan pasangan kita.

Pernahkah terbayangkan jika kita memiliki pasangan (di dunia nyata), lalu bagaimana kita dan pasangan akan memainkan permainan The Sims Social ini?

Apakah sim kita juga akan berpacaran dengan sim pasangan kita? Ataauu.. dengan sim teman kita yang lain? Ataauu jugaa.. berpacaran dengan sim pasangan kita, dan dengan (beberapa) sim(s) teman-teman kita yang lain sekaligus?

Atau sebaliknya. Bagaimana jika pasangan kita yang melakukan hal itu? ;-)

Bisa membantu saya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini?

Supaya nantinya saya –dan mungkin kalian juga– bisa lebih berhati-hati untuk memilih sim yang akan dikencani.

Yaaa.. setidaknya, kalaupun bermaksud mengencani sims yang pemiliknya sudah berpacaran (di dunia nyata), bisa memilih mana di antara mereka yang lebih toleran.

*eh*

6 Responses

on August 29th, 2011 at 2:26 am Danu Prayoga Says:

Simulasi kehidupan (sims) dalam social network (FB) yang merepresentasikan kehidupan sosial kita? Saya jadi inget film Inception, ada banyak lapisan mimpi di film itu, tetap saja hanya satu yang nyata. Dalam Inception, untuk mengenali dunia nyata, para “pemimpi” dibekali totem, mungkin sudah saatnya kita perlu totem?

http://inception.wikia.com/wiki/Totem

;)

on August 29th, 2011 at 12:35 pm warm Says:

asli, belum pernah nyoba gims yg satu ini
tampaknya menarik untuk sesekali dicoba *eh

on August 30th, 2011 at 11:09 am didut Says:

pokoknya sdh puas krn sdh bercinta #eh

on September 1st, 2011 at 9:20 am josh Says:

“Dua yang paling menarik adalah: bahwa satu sim bisa menjalin hubungan percintaan dengan beberapa sims sekaligus –kecuali pernikahan”

Two thumbs up! Monogami is still the best.

on September 5th, 2011 at 6:36 am Cahya Says:

Tapi kalau saya sendiri sering cepat bosan main Sims, entah kenapa, sepertinya bukan permainan yang pas bagi saya.

on September 6th, 2011 at 11:36 am Si Kriwil Says:

ih gmn sih main the sim? kalo main pacaran yg beneran, kyknya lebih mudah… bakekok

Leave a Reply